Senin, 22 Oktober 2012

Tak sanggup biayai, otoritas katolik jual gereja kepada komunitas muslim


Rencana penjualan Gereja itu dilontarkannya setelah Otoritas Katolik Roma menyatakan tak lagi mampu membiayai perawatan gereja yang berdiri sejak 1950 itu. Otoritas Katolik beralasan, enam gereja di satu kota yang berjarak 150 mil dari Paris itu dinilai terlalu banyak untuk ukuran populasi umat Katolik yang makin berkurang tahun demi tahun. 
[muslimdaily | Islam-warrior|Kipasbis]
Warga Muslim di sebuah kota kecil Vierzon di Prancis mungkin akan memiliki Masjid baru. Pasalnya, sebuah gereja tua di kota kecil itu akan dijual kepada komunitas Muslim setempat, demikian dilaporkan The Washington Post, Senin (22/10).
Kabar rencana penjualan Gereja Saint-Eloi's di kota Vierzon itu diketahui setelah seorang pimpinan gereja, Pastor Alain Krauth melontarkan informasi rencana penjualan Gereja di depan jamaah Misa Minggi Gereja Saint-Eloi's, Ahad (21/10).
Rencana penjualan Gereja itu dilontarkannya setelah Otoritas Katolik Roma menyatakan tak lagi mampu membiayai perawatan gereja yang berdiri sejak 1950 itu.
Otoritas Katolik beralasan, enam gereja di satu kota yang berjarak 150 mil dari Paris itu dinilai terlalu banyak untuk ukuran populasi umat Katolik yang makin berkurang tahun demi tahun.
"Jika komunitas Muslim moderat membeli (Gereja) Saint-Eloi's, kami hanya bisa turut berbahagia karena mereka dapat menjalankan ritual agamanya. Jika mereka ternyata adalah termasuk golongan ekstremis, maka itu adalah pertanyaan lain, mengingat ekstremis ada di semua agama," kata Krauth seperti dilansir The Washington Post, Senin (22/20).
Namun, pemikiran terbuka Pastor Krauth rupanya tidak serta merta disambut baik jamaahnya. Usai memberikan pernyataan yang dimuat media-media lokal, Kraut mendapat puluhan keluhan melalui telepon seluler dan emailnya. Keluhan tersebut sebagian disampaikan secara sopan, sebagian yang lain bernada keras. 
Sebagian pihak menganggap tindakannya telah mengkhianati ajaran Nasrani karena menjual Gereja itu kepada umat Muslim. Bahkan sebagian mengancam dengan tindakan yang lebih ekstrem. Mereka akan memelihara babi di Gereja agar komunitas Muslim urung mengajukan proposal pembelian. 
Populasi Muslim di Prancis semakin berkembang dari waktu ke waktu. Saat ini, Kementerian Dalam Negeri setempat memperkirakan terdapat lima juta penduduk Muslim di Prancis. Jumlah itu merupakan populasi Muslim terbesar yang ada di negara Eropa.

Minggu, 21 Oktober 2012

Media amerika akan terus menyamarkan dan memperburuk citra Islam

Kendalikanlah radio, media, perfilman dan teater," kata Joseph Goebbels, menteri propaganda Adolf Hitler. Dia menyempurnakan sebuah pengertian terhadap teknik propaganda kebohongan besar yang didasarkan pada prinsip bahwa sebuah kebohongan, jika dilakukan dengan berani dan diulang berkali-kali, akan dipecaya oleh massa

[suaramedia | Islam-warrior|kipasbis]
Paul J. Balles menunjukkan betapa media-media AS betul-betul menerapkan ucapan Joseph Goebbel. Ucapan Goebbel berbunyi, "bahwa sebuah kebohongan, jika dilakukan dengan berani dan diulang berkali-kali, maka kebohongan tersebut akan merasuk ke dalam pikiran massa dan akan dipercaya."
Dengan penerapan slogan Goebbel tersebut, media-media AS telah menghasilkan sebuah kebencian dan sikap anti-Arab yang berlebihan. Mulai dari orang-orang seperti Steve Emerson (wartawan, penulis anti-Islam), Alan Dershowitz (pengacara,
"Kendalikanlah radio, media, perfilman dan teater," kata Joseph Goebbels, menteri propaganda Adolf Hitler. Dia menyempurnakan sebuah pengertian terhadap teknik propaganda kebohongan besar yang didasarkan pada prinsip bahwa sebuah kebohongan, jika dilakukan dengan berani dan diulang berkali-kali, akan dipecaya oleh massa.
Sistem cuci otak ala Barat dilakukan melalui jalur media. Para pembaca, pendengar dan pemirsa harus bersikap waspada terhadap sumber-sumber propaganda. Mengenai media secara umum, Steven Salaita mengatakan:
"Kesembronoan media-media AS dalam menerapkan kata terorisme terhadap populasi Arab telah memperkuat gagasan bahwa dunia Arab tidak memiliki sejarah dan tidak memiliki rasa perikemanusiaan. Orang-orang Arab digambarkan sebagai orang-orang tanpa arah yang berada dalam sebuah budaya yang tidak rasional."
Steve Emerson memiliki sebuah situs internet dan blog yang sarat dengan pesan-pesan anti-Arab. Profesor hukum Harvard, Alan Dershowitz menyatakan bahwa seluruh orang Arab adalah teroris dan oleh karena itu mereka layak dibantai. Yahudi berdara Amerika-Israel, Caroline Glick, deputi editor Jerusalem Post, menulis dua kolom dua mingguan yang menyebarkan propaganda garis keras Israel.
Dalam perkembangannya, Ruth Conniff mengesahkan sebuah ungkapan yang salah kaprah yang menyatakan bahwa kekerasan memang terjadi antara Arab dan Israel, namun terorisme adalah istilah khusus untuk Arab. Ketika orang Arab bertempur melawan Israel, maka mereka disebut bersalah karena melakukan "serangan teror", namun ketika Israel berperang, tindakan mereka disebut "serangan militer balasan".
Di radio-radio anti-Arab, akan banyak terdengar kata-kata seperti, "Orang-orang Arab mencintai Diktator," dan "Obama adalah seorang Arab," sehingga seolah-olah menjadi orang Arab adalah sebuah hal yang berada di luar kemanusiaan. Jika mereka tidak menyebut orang Arab sebagai "joki unta" atau "kepala kain", maka mereka menyebut orang Arab sebagai kaum fasis-Islam. Bersama dengan penyiar-penyiar macam OReilly, Sean Hanity, Lou Dobbs dan Glenn Beck, Fox News tetap stabil sebagai media propaganda anti-Arab.
Film-film Hollywood telah memfitnah dunia Arab selama berpuluh-puluh tahun. Dalam sebuah tayangan televisi Arab, Jack Shaheen mengungkapkan bagaimana televisi telah memberikan stereotipe kepada orang Arab sebagai "miliarder, pengebom, dan penari perut."
Bahkan ketika masih kecil, Shaheen merasa terganggu dengan stereotipe Arab yang ditampilkan dalam karakter kartun anak-anak.
Shaheen mengatakan bahwa pencitraan buruk terhadap orang Arab – dari bandit-bandit dan selir-selir sheikh antagonis, hingga "teroris" bersenjata – semuanya telah menghancurkan citra Arab sejak dimulainya industri perfilman dalam era film bisu.
Dalam buku terbarunya yang berjudul Guilty: Hollywood Verdict on Arabs after 9/11 (Bersalah: Putusan Hollywood kepada orang-orang Arab setelah 9/11), terungkap bahwa industri film membentuk pola pikir masyarakat Amerika terhadap dunia Arab.
Sarjana Muslim, Ziauddin Sardar memperjelas bahwa pencucian otak anti-Islam bukanlah sebuah hal yang baru. "Mulai dari jaman Voltaire hingga tahun 1980, berkat upaya dari para sarjana Pencerahan, Barat selalu membenarkan anggapan bahwa Islam tidak pernah menghasilkan hal-hal berharga dalam hal filosofi, ilmu pengetahuan dan pembelajaran."
Segala bentuk propaganda telah mencapai massa, hal tersebut diperjelas dengan sejumlah cercaan yang beredar di dunia maya, misalnya saja kata-kata seperti: "Persetan kalian semua, NEGRO PADANG PASIR! Semoga kami berhasil meledakkan kalian semua dan merampas satu-satunya hal yang baik dari kalian, minyak!"
Seolah masih belum cukup untuk mencerca dunia Arab. Orang yang menuliskan kalimat tersebut harus menekankannya dengan penggunaan tanda seru, menulis pesannya dalam huruf kapital. Hal tersebut mengungkapkan betapa efektifnya propaganda anti-Arab di Amerika.
Siapapun yang mengendalikan media dapat mengendalikan sikap mental dari masyarakat. Orang-orang Amerika telah diprogram untuk membenci Arab dan Muslim dan mencintai Israel. Meski sulit diterima akal sehat, bagaimana mungkin warga Amerika berikap acuh terhadap pembantaian jutaan orang Arab di Irak, meski mereka tahu bahwa itu semua berdasarkan pada kebohongan semata. Jawabannya adalah propaganda dan pencucian otak selama berpuluh-puluh tahun.

Kamis, 18 Oktober 2012

Qatar berencana akan bangun kembali Gaza


 Hamas menyebut kebijakan Qatar tersebut sebagai bukti bahwa Gaza telah bangkit dari keterpurukan. Seorang pembantu Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh menyebutnya sebagai “hujan bantuan pertama.”

[islampos|kipasbis]
QATAR dilaporkan telah meluncurkan rencana bantuan sebesar 254 juta dolar untuk membangun kembali dan memodernisasi Gaza. Bantuan ini akan menjadi yang terbesar untuk rekonstruksi Palestina sejak hancur akibat serangan militer Israel sejak empat tahun yang lalu. Duta besar Qatar untuk Palestina, Muhammad Al-Amadi telah mengumumkan proyek ini pada konferensi pers.

Amadi mengatakan ini bahwa semua ini sudah diatur. Pekerjaan akan dimulai pada dalam waktu tiga bulan, dimulai dengan perbaikan jalan raya sepanjang jalur pantai Mediterania. Proyek-proyek yang skala yang cukup besar ini bertujuan untuk mengubah Gaza dan kehidupan 1,6 juta penduduknya. Saat ini 28 persen dari penduduk Gaza di antaranya adalah pengangguran.

Para ekonom mengatakan bahwa ribuan pekerjaan akan diciptakan oleh kontraktor lokal yang telah memenangkan tender. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja bagi penduduk Gaza.

Gerakan Hamas yang menguasai Gaza menyambut baik kebijakan Qatar tersebut. Hamas menyebut kebijakan Qatar tersebut sebagai bukti bahwa Gaza telah bangkit dari keterpurukan. Seorang pembantu Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh menyebutnya sebagai “hujan bantuan pertama.”

“Kebijakan Qatar saat ini adalah untuk membangun proyek di Gaza. Kami desain bangunan mereka, Kami biayai mereka, dan setelah semua selesai Kami akan menyerahkannya kepada departemen terkait. Ini adalah kebijakan Qatar untuk Gaza, tanpa terkecuali,” ujar Amad

Rabu, 17 Oktober 2012

Agen CIA ini berpura menjadi muslim hanya untuk membunuh

SELAMA enam tahun, Morten Storm dari Denmark bekerja sebagai agen untuk Keamanan dan Intelijen Denmark (PET). Misinya adalah untuk menyusup Al Qaeda. Pada tanggal 7 Oktober 2012 dia mengungkapkan kisahnya kepada surat kabar Denmark, Jyllands-Posten. Berikut adalah petikannya:

Anda ini siapa?
Nama saya Morten Storm, saya berusia 36 tahun. Selama enam tahun terakhir, saya bekerja sebagai agen CIA dan PET dan saya adalah seorang Muslim yang menyamar.

Apa yang Anda maksud dengan Muslim yang menyamar?
Ini berarti bahwa ketika saya berada dalam sebuah misi, saya adalah seorang Muslim, tetapi ketika di rumah, saya adalah diri saya sendiri.

Apakah itu berarti bahwa Anda adalah seorang Muslim?
Tidak, saya bukan seorang Muslim.

Anda mengatakan bahwa Anda berpartisipasi dalam misi yang menyebabkan kematian pemimpin Al Qaeda di Yaman, Anwar al-Awlaki. Apakah Anda melakukannya sendirian?
Adalah benar bahwa saya bagian dari misi tersebut. Tapi saya tidak sendirian. PET dan saya telah bekerja sama dengan CIA dan target misi kami adalah memang Anwar.

Mengapa Anda menjadikan Anwar sebagai target?
Karena ia dianggap sebagai ancaman terhadap kemanusiaan, dan karena ia secara terbuka telah menyatakan bahwa ia bersedia untuk membunuh warga sipil. Dia mencoba melakukannya sebelumnya, tapi untungnya ia tidak berhasil.

Apa yang Anda lakukan?
Saya adalah seorang agen untuk kedua lembaga di atas. Saya dikirim sebagai seorang Muslim yang menyamar dan saya harus mendapatkan informasi tentang misi Anwar dan misi Al Qaeda lainnya yang mereka rencanakan.

Dengan cara apa Anda berkontribusi terhadap kematiannya?
Saya mendapatkan kepercayaan, dan dibekali dengan beberapa perangkat elektronik yang digunakan untuk menemukan lokasi dia sehingga kami bisa menghajarnya dengan pesawat tak berawak.

Siapa yang meminta Anda untuk melakukan hal ini?
PET dan CIA.

Apa peranan PET?
Mereka bertindak sebagai perantara antara saya dan CIA. Mereka mengambil bagian dalam negosiasi dan saya melaksanakan instruksi mereka.

Mengapa Awlaki begitu berbahaya sehingga dia harus dibunuh?
Itu karena ia telah mencoba beberapa kali—dan secara terbuka menyatakan—bahwa niatnya adalah untuk membunuh orang-orang di Barat. Itu adalah bagian dari ideologinya dan menjadi seorang jihadi dan teroris.

Apa rencana Anda terhadap Awlaki dan bagaimana ia dibunuh?
Kami harus melokalisasi dia di tahun 2011 sehingga kami bisa mencegahnya membunuh orang yang tidak bersalah. Rencananya adalah menciptakan sebuah utusan antara dia dan saya, dan kemudian mengirim dia beberapa bahan elektronik—seperti flasdisk, dan kami tahu Anwar akan membuka dan membacanya. Saya melakukan itu.

Dan apa yang terjadi kemudian?
Flashdisk itu berisi pengirim atau program yang dirancang untuk mengirimkan sinyal ke sebuah tiang yang memungkinkan untuk menemukannya. Dan kemudian apa yang terjadi adalah, kita semua tahu karena diberitakan (di media), dia dibunuh oleh rudal yang ditembakkan oleh pesawat tak berawak.

Apakah PET mendorong Anda untuk berpartisipasi dalam misi melawan Awlaki?
Ya, tentu saja.Misi PET adalah untuk mencegah teror dan karena Awlaki adalah anggota tingkat tinggi Al Qaeda, ia adalah target yang jelas.

Ketika Anda sedang merencanakan misi membunuh Awlaki, siapa yang menghasut pertemuan antara Anda, PET dan CIA?
PET karena mereka adalah perantara antara saya dan CIA. CIA tidak pernah melakukan kontak langsung dengan saya, kecuali jika juga PET hadir.

Apakah PET mengetahui konsekuensi dari rencana yang mereka gagas?
Ya. Rencana kami adalah untuk membunuh Awlaki—tidak ada keraguan tentang itu.

Anda berperan dalam membunuh seorang manusia dengan siapa Anda memiliki hubungan kepercayaan yang dalam …
Saya tidak punya masalah dengan itu.

Mengapa tidak?
Dia adalah seorang teroris. Dia ingin membunuh orang yang tidak bersalah. Jika dia hanya ingin menargetkan, katakalan militer, itu pasti berbeda, dalam arti lebih terhormat. Tapi menghabisi nyawa orang yang tidak bersalah, hanya membuat saya dingin.

Mengapa Anda menceritakan hal ini?
Saya adalah seorang Muslim, seorang Muslim yang taat pada periode tahun 1997-2006. Saya bertemu banyak orang muda dan juga orang tua yang terlibat dalam terorisme global. Apa yang saya temui tidak sama dengan apa yang saya bayangkan. itu. Sekarang saya di sini, dan saya memiliki kesempatan besar untuk memberitahu orang-orang yang masih hidup, bahwa mungkin mereka harus berpikir ulang apa yang mereka lakukan. Dan ketika mereka melihat bahwa saya telah berubah, maka mungkin akan ada kesempatan bagi mereka untuk berubah juga, atau setidaknya mereka akan ragu-ragu sebelum menekan tombol. [islampos]

Sabtu, 29 September 2012

Di tanya dalam bahasa Inggris, SBY kebingungan menjawab

Lawatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke New York, Amerika Serikat, pekan ini tampak berjalan mulus, meski resolusi antipenodaan agama yang diusulkannya tidak begitu mendapat sambutan meriah di panggung internasional.

Tetapi semua itu buyar ketika terjadi insiden memalukan yang terjadi dalam konfrensi pers, Rabu (26/9) silam.

Seperti yang dilaporkan The Jakarta Post, insiden dimulai ketika digelar konfrensi pers untuk membahas Panel Tingkat Tinggi Setjen PBB tentang Agenda Pembangunan Pasca-2015. Dalam konfrensi pers itu hadir SBY, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, dan Perdana Menteri Inggris David Cameron, ketiganya adalah pimpinan panel tersebut.
Perhatian mulai tertuju ke SBY ketika seorang wartawan radio Eropa bertanya ke pada SBY, dalam bahasa Inggris, tentang usulan resolusi antipenodaan agama. Alih-alih menjawab, SBY yang dalam pertemuan resmi di Tanah Air pun gemar menggunakan istilah berbahasa Inggris, justru terdiam.

SBY terdiam cukup lama. Seperti yang digambarkan The Jakarta Post, ia sempat menaikan alis matanya, menoleh seperti sedang mencari penerjemah.
Ketika reporter itu kembali mengulang pertanyaannya, setelah sekian lama hening, SBY menoleh ke arah Sirleaf dan Cameron, tetapi keduanya tidak berusaha membantu sang presiden.

SBY akhirnya diselamatkan oleh penerjemahnya menerobos keramaian wartawan dan petugas keamanan untuk membantu sang Presiden. Sebenarnya banyak pejabat Indonesia yang hadir dalam konfrensi pers itu. Salah satunya adalah Hasan Kleib, Direktur Jenderal Multilateral, Kementerian Luar Negeri, yang berada paling dekat dengan podium, tetapi bukan dia yang membantu SBY malah sang penerjemah yang akhirnya berani naik ke panggung.

Setelah dibantu, SBY baru bisa menjawab pertanyaan itu, meski dia menolak membahas pertanyaan karena menurutnya tidak sesuai dengan topik diskusi itu.
Setelah perisitiwa itu sejumlah jurnalis asing membuat lelucon. Seorang reporter mengatakan “Orang Indonesia memang membingungkan,” yang disambut oleh tawa oleh rekan-rekannya yang lain. (Islampos/Jak-post)

Hamas berjanji akan lindungi Al-Aqsha

Gerakan perlawanan Islam Hamas menegaskan, rencana Zionis untuk meyahudikan kota Al-Quds dan usahanya untuk membangun kuil yahudi di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha takkan pernah berhasil selama kami ada. Al-Quds akan tetap menjadi ibu kota bangsa Arab Palestina. Masjid Al-Aqsha akan tetap menjadi symbol utama ummat Islam yang akan menghalangi mimpi Zionis. 

Dalam ketaranganya yang dilansir pusat informasi Palestina, Jum’at (28/9) Hamas mengatakan, bersamaan dengan peringatan intifadah Al-Aqsha yang ke 12 kami tegaskan, akan tetap berpegang teguh pada perlawanan sebagai satu-satunya cara melindungi Al-Aqsha dan tempat suci ummat, sekaligus mengembalikan semua hak-hak bangsa Palestina yang terampas.

Perlawanan adalah respon seimbang bagi kejahatan Zionis yang terus meningkat dari hari ke hari, terhadap warga Tepi Barat yang mengalami berbagai pelanggaran dari dinas keamanaan Tepi Barat yang diam seribu bahasa melihat kejahatan yang terjadi, bahkan menjalan perundingan dan perjanjian Oslo.

Dengan ini gerakan Hamas menyerukan semua elemen dan paksi Palestina menolak semua bentuk perundingan sia-sia dengan Israel, karena tak menambah apa-apa kecuali perpecahan dan tercerabutnya hak-hak bangsa Palestina. Ia juga menyerukan seluruh elemen bersatu padu membangun setrategi nasional yang menyeluruh atas dasar prinsip dan perlawanana menghadapi Israel untuk mengembalikan semua hak-hak bangsa Palestina. Apalagi Israel tidak faham bahasa kecuali kekerasan dan perang. [infopalestina]

Jumat, 28 September 2012

Fakta hubungan khusus Israel dengan negara lain

Israel, adalah sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. 

Israel dikelilingi dua daerah Otoritas Nasional Palestina: Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dengan populasi sebesar 7,5 juta jiwa, Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia.

Pendirian negara modern Israel berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui dijadikannya Mandat Britania atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi". Pada tahun 1947, PBB menyetujui Pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab. Pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini. 


Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya. Akibat perang ini pula, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian Palestina. Sejak saat itu, Israel terus menerus berseteru dengan negara-negara Arab tetangga, menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini.

- Saat ini ada 159 negara memiliki hubungan diplomatik dengan Israel
- 36 Negara tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel
- Terdapat 76 Kedutaan di Israel
- 19 Konsulat jenderal Israel
- 5 Misi khusus Israel
- Maroko, Tunisia, dan Kesultanan Oman pernah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, tapi diputus pada 2000.
- Venezuela, Bolivia, dan Mauritania memutus hubungan diplomatik dengan Israel pada 2009 setelah militer Israel menyerang Hamas di Gaza.
- Tiga negara ASEAN yang tak mengakui negara Israel adalah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.[rol/kipasbis]

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!