Gerakan perlawanan Islam Hamas menegaskan, rencana Zionis untuk meyahudikan kota Al-Quds dan usahanya untuk membangun kuil yahudi di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha takkan pernah berhasil selama kami ada. Al-Quds akan tetap menjadi ibu kota bangsa Arab Palestina. Masjid Al-Aqsha akan tetap menjadi symbol utama ummat Islam yang akan menghalangi mimpi Zionis.
Dalam ketaranganya yang dilansir pusat informasi Palestina, Jum’at (28/9) Hamas mengatakan, bersamaan dengan peringatan intifadah Al-Aqsha yang ke 12 kami tegaskan, akan tetap berpegang teguh pada perlawanan sebagai satu-satunya cara melindungi Al-Aqsha dan tempat suci ummat, sekaligus mengembalikan semua hak-hak bangsa Palestina yang terampas.
Perlawanan adalah respon seimbang bagi kejahatan Zionis yang terus meningkat dari hari ke hari, terhadap warga Tepi Barat yang mengalami berbagai pelanggaran dari dinas keamanaan Tepi Barat yang diam seribu bahasa melihat kejahatan yang terjadi, bahkan menjalan perundingan dan perjanjian Oslo.
Dengan ini gerakan Hamas menyerukan semua elemen dan paksi Palestina menolak semua bentuk perundingan sia-sia dengan Israel, karena tak menambah apa-apa kecuali perpecahan dan tercerabutnya hak-hak bangsa Palestina. Ia juga menyerukan seluruh elemen bersatu padu membangun setrategi nasional yang menyeluruh atas dasar prinsip dan perlawanana menghadapi Israel untuk mengembalikan semua hak-hak bangsa Palestina. Apalagi Israel tidak faham bahasa kecuali kekerasan dan perang. [infopalestina]













0 komentar:
Posting Komentar