NAB tertinggi rata-rata yang masih di
perkenankan yaitu 85 db (decibel)
Kebisingan yang di perkenan kan, yaitu
:
Lama pemaparan Intensitas kebisingan
8
jam 85 db
4 jam
88 db
2 jam 91 db
1 jam 94 db
30 menit 97 db
15 menit 100 db
Intensitas bunyi pada kehidupan
seahari-hari (noise level)
Suara dedaunan 10
db
Berbisik
25 db a
Suara kantor yang tenang 50 db a
Percakapan normal 65 db a
Lalu lintas padat 85 db
a
Gergaji mesin 100
db a
Konser musin rock 110 db a
Suara bom dan suara jet tinggal
landas 130 db a
Prinsip mengurangi kebisingan
1.
Substitusi,
yaitu proses mengganti alat-alat yang menjadi factor terjadi nya kebisingan
2.
Isolasi,
yaitu menjauhi/ meletakan jauh alat-alat yang bising
3.
Administrasi,
yaitu mengurangi waktu pemaparan
4.
Tekhnikal
kontrol
5.
Memakai
alat pelindung diri
Note : menggunakan APD adalah langkah
terakhir yang di lakukan apabila semua proses pengurangan kebisingan tidak
dapat di lakukan.
Contoh tekhnikal kontrol
-
Memakai
alat peredam untuk alat yang mengeluarkan ekbisingan
-
Mengaliri
suara kebisingan melalui cerobong (keluar)
-
Penanaman
pohon-pohon untuk mengurangi kebisingan. Dll
Diagnosa ketulian akibat kerja
A. Anamnesa (riwayat)
a.
Riwayat
pekerja
b.
Riwayat
keluarga
c.
Riwayat
penyakit
d.
Riwayat
hobi
B. Pemeriksaan fisik
Yaitu untuk melihat apakah tuli yang
bersifat konduktif atau perspektif
Gejala dini ketulian antara lain :
a.
Mendenging
b.
Perubahan
perilaku komunikasi
c.
Tuli
sensorik, yaitu kesulitan mendengar huruf konsonan
d.
Sering
mengeluh bahwa lawan bicara tidak jelas
e.
Terasa
aneh di kepala saat keluar dari tempat yang bising
f.
Sering
mengeluh sakit kepala dan pusing
C. Ada beberapa pengetesan ketulian, yaitu
:
1.
Tes
audiometri
a.
Tes
berbisik
Tekhnik
nya : di perlukan ruangan tenang seluas 6 meter, pengetes menghafal 10 kata
kemudian berusaha berbisik pada jarak 6 meter kepada pendengar.pemeriksa
berdiri menghadap telinga pendengar dan pendengar tidak boleh melihat pengetes
(posisi menyamping)
b.
Test
Arlogi
Test
arlogi adalah pengetesan yang dilakukan dengan menggunakan jam, si pengetes
meletakan jam dan menyuruh pendengar untuk mendengarkan detak jarum jam
tersebut.
c.
Test
Garpu tala
Persiapkan
5 buah garpu tala ( freq 128 hz, 256 hz, 512 hz, 1024 hz) test ini untuk
menentukan tuli perspektif atau kondusif.
d.
Uji
rinne
Yaitu
dengan cara membandingkan hantaran melalui udara dan dengan tulang
Dalam
keadaan normal Ac/Bc = 2/1 apabila Ac lebih kecil dari Bc ini disebut dengan
tuli kondusif.
Sumber : buku catatan sendiri













0 komentar:
Posting Komentar