Buah pikir ahli matematika seperti
Euclid, Apollonius, Archimedes, Diophantus, Aryabhata dan Brahmagupta telah
menjadi rujukan utama bagi ilmuwan Muslim yang mendalami ilmu tersebut. Ghirah keilmuwan yang menyelimuti
umat Islam ketika itu telah membuat transfer ilmu pengetahuan berkembang begitu
cepat.
Berdirinya perpustakaan besar Bait Al-Hikmah di Baghdad yang dibangun Khalifah
Al-Ma'mun telah melecut semangat para ilmuwan dan intelektual Islam dalam
melahirkan karya-karya yang baru.
Apalagi, pada saat itu ilmuwan dan intelektual begitu dihargai dan digaji
dengan bayaran yang luar biasa besar. Dalam waktu yang tak terlalu lama, era
tamadun Islam itu telah melahirkan sejumlah ilmuwan Islam yang memberi
kontribusi dalam mengembangkan matematika.
Salah satu ilwuwan yang tersohor adalah Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi
(780-850 M). Al-Khawarizmi yang dikenal di dunia Barat dengan sebutan Algorisme
itu telah melahirkan karya-karya yang diakui dalam bidang matematika.
Pada 830 M, Al-Khawarizmi telah melahirkan sebuah buku yang berjudul Al-Jabr wa
Al-Muqabala. Dari buku itulah kata Aljabar diperoleh. Kitab Al-Jabr wa Al-Muqabala diterjemahkan ke dalam bahasa latin
berjudul Liber
Algebrae et Almucabala oleh
Robert of Chester dan Gerard of Cremona.
Aljabar merupakan penggabungan teori bilangan-bilangan rasional, irasional, dan
geometri. Konsep yang ditawarkan Al-Khawarizmi itu memberi dimensi dan
pengembangan teori matematika yang benar-benar baru.
Metode Al-Khawarizmi dalam menyelesaikan linear dan notasi kuadrat dilakukan
dengan mereduksi notasi ke dalam enam bentuk standar (di mana b dan c adalah
angka positif). Angka ekual kuadrat (ax2 = c), angka ekual akar (bx = c),
kuadrat dan akar ekual (ax2 + bx = c), kuadrat dan angka akar ekual (ax2 + c =
bx), akar dan angka kuadrat ekual (bx + c = ax2) dan kuadrat ekual akar (ax2 =
bx).
Ilmuwan matematika Islam lainnya, yang juga turut memberi sumbangan yang besar
bagi pengembangan matematika, khususnya Aljabar, adalah Omar Khayyam. Ia mampu
menjabarkan akar pangkat tiga dalam bentuk sketsa gambar kerucut tapi belum
mampu menemukan rumus pemecahannya. Aljabar mulai diterjemahkan ke dalam bahasa
Latin pada abad ke-12.
Ilmu matematika yang dipelajari dan diajarkan Al-Khawarizmi telah menghasilkan
konsep-konsep matematika yang begitu populer, dan masih tetap digunakan hingga
saat ini. Bahkan, angka nol (0) yang ada saat ini juga merupakan kontribusi
ilmuwan Islam.
Angka nol itu dibawa ke Eropa oleh
Leonardo Fibonanci dalam karyanya, Liber Abaci.
Kehadiran angka nol itu sempat ditolak kalangan gereja Kristen. Angka nol telah
membawa implikasi yang amat besar dalam seluruh aspek kehidupan dan peradaban
manusia. Tanpa itu, revolusi digital mustahil bisa terjadi
(republika)












0 komentar:
Posting Komentar