Senin, 04 Juni 2012

Bahan korosit ( K3 )


Korosif  adalah sifat suatu subtantsi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negative. Korosif dapat menyebabkan kerusakan pada mata, kulit, sistem pernapasan, dan banyak lagi. Pada dasarnya, korosif adalah peristiwa terkikisnya suatu zat oleh zat lain yang merupakan rangkaian dari reaksi oksidasi reduksi, dimana zat yang termakan sebagai reduktor dan zat korosif sebagaioksidator.

Selain itu, korosif juga bisa di artikan sebagai sifat kimia yang sangat reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan nyata atau kerusakan permanen pada benda seperti logam, namun dapat juga terhadap kulit jaringan seperti mata dan bagian lain dari tubuh jika terjadi kontak fisik. Karat dan oksidasi elektrokimia adalah bentuk bentuk korosif yang terjadi pada logam, tetapi ini terjadi dalam tempo waktu yang lama.

Kalau masalah batas ph dari suatu asam lemah yang tidak korosif, tergantung pada zat/unsur yang ditetesi oleh asam tersebut. ada zat yang memerlukan pH yang rendah untuk dapat terjadi peristiwa korosi, ada pula zat yang dapat berkorosi dengan pH yang tidak terlalu asam.
Dalam lingkungan kerja, terutama pekerja yang bergelut di bidang kimia atau pun industry yang menggunakan bahan korosit, banyak bahan kimia yang terpakai setiap harinya sehingga membuat para pekerja sangat beresiko, bahaya nya terkadang tergantung kondisi tertentu, mengingat sifat bahan seperti yang mudah terbakar, beracun (toxicitas nya tinggi) dan sebagai nya. Dengan demikian jelas bagi para pekerja sangat beresiko tinggi baik itu dalam proses penyimpanan, pengolahan, transportasi, distribusi dan penggunaanya. Akan tetapi seberap apaun bahan kosrosit tersebut akan berkurang apabila dapat di tangani dengan professional.
Bahan kimia korosif jika bersentuhan dengan kulit dapat menimbulkan kerusakan berupa rangsangan atau iritasi dan peradangan. Oleh karena itu, bahan korosif biasa dikatakan pula sebagai bahan iritan. Selain kulit, bagian tubuh yang lembab atau berlendir seperti mata dan saluran pernapasan merupakan bagian yang paling rawan. Bahan korosif dapat dikelompokkan berdasarkan wujudnya yaitu cair, padat dan berbentuk gas.
1)      Bahan Korosif Cair
Pada bahan korosit cair apabila terkena terhadap kulit dapat menimbulkan iritasi setempat sebagai akibat dari reaksi langsung dengan kulit, proses pelarutan (denaturasi) protein pada kulit akibat gangguan keseimbangan membran dan tekanan osmosis pada kulit. Pengaruhnya akan bergantung pada konsentrasi dan lamanya kontak dengan kulit. Asam sulfat pekat dapat menimbulkan luka yang sulit untuk dipulihkan
Contoh bahan korosif yang berwujud cair:
-         -  Asam mineral
Asam mineral merupakan sejenis asam yang diturunkan dari reaksi kimia mineral-mineralanorganik (berlawanan dengan asam organik). Asam ini memiliki atom hidrogen yang berikatan kovalen dengan anion, seperti misalnya sulfat atau klorida.
Asam mineral berkisar dari asam yang sangat kuat (misalnya asam sulfat) sampai dengan asam yang sangat lemah (asam borat).

-        - Asam nitrat
Asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif yang tak berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar. Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam, yaitu asam nitrat berasap putih dan asam nitrat berasap merah.

-         - Asam klorida
Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan wewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif yang dapat melukai ( rasa terbakar ) apabila terjadi kontak.




-         - Asam sulfat
Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia.Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak.

-       -  Asam florida
Asam florida adalah asam yang sangat korosif, fluorida adalah racun parah yang dapat merusakan paru-paru (gas), kerusakan langsung dan secara permanen dan kornea mata. berair asam fluorida adalah racun kontak-dengan potensi yang dalam, luka bakar awalnya menimbulkan rasa sakit dan kematian jaringan berikutnya. Dengan mengganggu metabolisme tubuh kalsium, asam pekat juga dapat menyebabkan toksisitas sistemik dan henti jantung dan kematian akhirnya, setelah kontak dengan sesedikit 160 cm 2 (25 inci persegi) dari kulit.

-        - Asam organic
Asam organik adalah senyawa organik yang mempunyai derajat keasaman. Asam organik yang paling umum adalah asam alkanoat dan asam sulfonat.

-         - Asam formiat
Asam formiat adalah suatu cairan yang tidak berwarna, tidak ebrbau tajam atau menyengat. Apa bila terjadi kontak dengan kulit menyebabkan luka bakar dan apabila terhirup maka akan terjadi iritasi pada hidung dan tenggorokan.

-        - Asam asetat
Asam asetat adalah cairan  bening, tidak berwarna, berasa asam, berbau cuka, mudah menyala dan akibat dari kontak dengan asam asetat adalah menyebabkan efek luka bakar. Bahaya utama terhadap kesehatan yaitu kulit terbakar, selaput mukosa   terbakar, iritasi pernafasan , mata iritasi.
Pekrja yang sering bergelut dengan asam asetat adalah para pekerja pembuatan insektisida, pabrik  plastik, zat tambahan makanan,

Rata rata penyakit yang dapat di timbulkan dari bahan korosif cair apabila kontak dengan manusia/pekerja yang berbentuk cairan adalah iritasi pada kulit dan terjadinya luka bakar akibat zat yang sangat asam yang terkandung dari bahan-bahan tersebut.

2)      Bahan Korosif Padat
Sifat korosif dan panas yang ditimbulkan akibat proses pelarutan adalah penyebab iritasi. Semua itu tergantung pada kelarutan zat pada kulit yang lembab. Contoh zat korosif yang berwujud padat adalah :

Yang bersifat Basa
-          Natrium hidroksida (NaOH)
juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik.  Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air, Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran 

bahaya yang di timbulkan oleh natrium hidroksida adalah :
a.       Dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan parah dengan kemungkinan luka bakar. Dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan berat dengan luka bakar
b.      menyebabkan mata terbakar. Menyebabkan konjungtivitis kimia penyebab kerusakan kornea.
c.       Kulit : Penyebab kulit terbakar. Dapat menyebabkan ruam kulit (dalam kasus- kasus ringan), dan kulit dingin dan lembap dengan  sianosis atau warna pucat. 
d.      Apabila Terhirup dapat menyebabkan pneumonitis kimia dan edema paru. Penyebab parah iritasi saluran pernapasan bagian atas dengan  batuk, luka bakar, kesulitan bernapas, dan koma mungkin. Menyebabkan luka bakar pada saluran pernafasan

-          Natrium silikat
-          Asam karbonat
-          Kalium Hidroxida
-          Kalsium Hydroxida

Yang bersifat asam
-          trikloroasetat
Lain-lain
-          Fenol                                                   - Perak
-          Natrium                                               - Nitra
-          Kalsium                                               - Fosfat
-           
3)         Bahan Korosif Gas
Bentuk gas adalah bahan korosit yang paling berbahaya jika dibandingkan dengan bahan yang padat ataupun bahan cair, karena bahan gas akan mudah menyerang saluran pernapasan. Jenis iritan dapat digolongkan pada kecilnya kelarutan yang juga menetukan daerah serangan pada alat pernapasan sebagai berikut:
Ada beberapa bahan korosit yang berbentuk gas :

      -     Amoniak
Amoniak adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam dan khas. Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian.

-           Formaldehid
Pada umumnya, formaldehida terbentuk akibat reasi oksidasi katalitik pada metanol. Oleh sebab itu, formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbondan terkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer.

-          Sulfur klorida
Sulfur klorida adalah zat yang mudah terbakar, mudah alrut dalam air, efek yang dapat terjadi yaitu iritasi pada mata, dan paru-paru. Sulfur klorida biasa nya digunakan untuk pembuatan insektisida, karet, semen.


-          tionil klorida

-          Sulfurilklorida

-          Gas Chrome

-          Chlure

-          Sulfurdioksida

-          Nitrogen dioksida

0 komentar:

Posting Komentar

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!