Korosif adalah sifat suatu subtantsi yang
dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negative. Korosif
dapat menyebabkan kerusakan pada mata, kulit, sistem
pernapasan, dan banyak lagi. Pada dasarnya, korosif adalah peristiwa
terkikisnya suatu zat oleh zat lain yang merupakan rangkaian dari reaksi
oksidasi reduksi, dimana zat yang termakan sebagai reduktor dan zat korosif
sebagaioksidator.
Selain itu, korosif juga bisa di
artikan sebagai sifat kimia yang sangat reaktif yang dapat menyebabkan
kerusakan nyata atau kerusakan permanen pada benda seperti logam, namun dapat
juga terhadap kulit jaringan seperti mata dan bagian lain dari tubuh jika
terjadi kontak fisik. Karat dan oksidasi elektrokimia adalah bentuk bentuk
korosif yang terjadi pada logam, tetapi ini terjadi dalam tempo waktu yang
lama.
Kalau
masalah batas ph dari suatu asam lemah yang tidak korosif, tergantung pada
zat/unsur yang ditetesi oleh asam tersebut. ada zat yang memerlukan pH yang
rendah untuk dapat terjadi peristiwa korosi, ada pula zat yang dapat berkorosi
dengan pH yang tidak terlalu asam.
Dalam lingkungan kerja, terutama
pekerja yang bergelut di bidang kimia atau pun industry yang menggunakan bahan
korosit, banyak bahan kimia yang terpakai setiap harinya sehingga membuat para
pekerja sangat beresiko, bahaya nya terkadang tergantung kondisi tertentu,
mengingat sifat bahan seperti yang mudah terbakar, beracun (toxicitas nya
tinggi) dan sebagai nya. Dengan demikian jelas bagi para pekerja sangat beresiko
tinggi baik itu dalam proses penyimpanan, pengolahan, transportasi, distribusi
dan penggunaanya. Akan tetapi seberap apaun bahan kosrosit tersebut akan
berkurang apabila dapat di tangani dengan professional.
Bahan kimia korosif jika bersentuhan dengan kulit
dapat menimbulkan kerusakan berupa rangsangan atau iritasi dan peradangan. Oleh karena itu, bahan korosif biasa dikatakan
pula sebagai bahan iritan. Selain kulit, bagian tubuh yang lembab atau
berlendir seperti mata dan saluran pernapasan merupakan bagian yang paling rawan.
Bahan korosif dapat dikelompokkan berdasarkan wujudnya yaitu cair, padat dan
berbentuk gas.
1) Bahan Korosif Cair
Pada bahan korosit cair apabila terkena terhadap kulit dapat
menimbulkan iritasi setempat sebagai akibat dari reaksi langsung dengan kulit,
proses pelarutan (denaturasi) protein pada kulit akibat gangguan
keseimbangan membran dan tekanan osmosis pada kulit. Pengaruhnya akan
bergantung pada konsentrasi dan lamanya kontak dengan kulit. Asam sulfat pekat dapat
menimbulkan luka yang sulit untuk dipulihkan
Contoh
bahan korosif yang berwujud cair:
- - Asam mineral
Asam mineral merupakan sejenis asam yang diturunkan dari reaksi kimia mineral-mineralanorganik (berlawanan dengan asam organik).
Asam ini memiliki atom hidrogen yang berikatan kovalen dengan anion, seperti misalnya sulfat atau klorida.
Asam mineral berkisar dari asam yang sangat kuat (misalnya asam sulfat) sampai
dengan asam yang sangat lemah (asam
borat).
- - Asam
nitrat
Asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif yang tak berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar. Larutan asam nitrat dengan
kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam,
yaitu asam nitrat berasap putih dan asam nitrat berasap merah.
- - Asam
klorida
Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam
klorida harus ditangani dengan wewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif yang dapat melukai ( rasa
terbakar ) apabila terjadi kontak.
- - Asam
sulfat
Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang
kuat. Zat ini larut dalam air pada semua
perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu
produk utama industri kimia.Kegunaan
utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia,
pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak.
- - Asam
florida
Asam
florida adalah asam yang sangat korosif, fluorida
adalah racun parah yang dapat merusakan paru-paru (gas), kerusakan langsung dan
secara permanen dan kornea mata. berair asam fluorida
adalah racun kontak-dengan potensi yang dalam, luka bakar awalnya menimbulkan
rasa sakit dan kematian jaringan berikutnya. Dengan
mengganggu metabolisme tubuh kalsium, asam pekat juga dapat menyebabkan
toksisitas sistemik dan henti jantung dan kematian akhirnya, setelah kontak
dengan sesedikit 160 cm 2 (25 inci persegi) dari kulit.
- - Asam organic
Asam organik adalah senyawa organik yang mempunyai
derajat keasaman. Asam organik yang paling umum adalah asam alkanoat dan asam
sulfonat.
- - Asam
formiat
Asam formiat adalah suatu cairan
yang tidak berwarna, tidak ebrbau tajam atau menyengat. Apa bila terjadi kontak
dengan kulit menyebabkan luka bakar dan apabila terhirup maka akan terjadi
iritasi pada hidung dan tenggorokan.
- - Asam
asetat
Asam asetat adalah cairan bening, tidak berwarna, berasa
asam, berbau cuka, mudah menyala dan akibat dari kontak dengan asam asetat
adalah menyebabkan efek luka bakar. Bahaya utama terhadap kesehatan yaitu kulit
terbakar, selaput mukosa terbakar, iritasi pernafasan , mata
iritasi.
Pekrja yang sering bergelut dengan asam asetat adalah para pekerja
pembuatan insektisida,
pabrik plastik, zat tambahan makanan,
Rata rata penyakit yang dapat di
timbulkan dari bahan korosif cair apabila kontak dengan manusia/pekerja yang
berbentuk cairan adalah iritasi pada kulit dan terjadinya luka bakar akibat zat
yang sangat asam yang terkandung dari bahan-bahan tersebut.
2) Bahan Korosif Padat
Sifat korosif dan panas yang ditimbulkan
akibat proses pelarutan adalah penyebab iritasi. Semua itu tergantung pada
kelarutan zat pada kulit yang lembab. Contoh zat korosif yang berwujud padat
adalah :
Yang bersifat Basa
-
Natrium hidroksida (NaOH)
juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida
basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air, Natrium hidroksida murni
berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran
bahaya yang di
timbulkan oleh natrium hidroksida adalah :
a. Dapat menyebabkan iritasi saluran
pernapasan parah dengan kemungkinan luka bakar. Dapat menyebabkan iritasi
saluran pencernaan berat dengan luka bakar
b. menyebabkan mata terbakar. Menyebabkan konjungtivitis kimia
penyebab kerusakan kornea.
c.
Kulit : Penyebab kulit
terbakar. Dapat menyebabkan ruam kulit (dalam kasus- kasus ringan), dan kulit
dingin dan lembap dengan sianosis atau warna pucat.
d.
Apabila Terhirup dapat menyebabkan
pneumonitis kimia dan edema paru. Penyebab parah iritasi saluran pernapasan
bagian atas dengan batuk, luka bakar, kesulitan bernapas, dan koma
mungkin. Menyebabkan luka bakar pada saluran pernafasan.
-
Natrium silikat
-
Asam karbonat
-
Kalium Hidroxida
-
Kalsium Hydroxida
Yang bersifat asam
-
trikloroasetat
Lain-lain
-
Fenol
- Perak
-
Natrium
- Nitra
-
Kalsium -
Fosfat
-
3)
Bahan Korosif Gas
Bentuk gas adalah bahan korosit yang paling berbahaya jika dibandingkan
dengan bahan yang padat ataupun bahan cair, karena bahan gas akan mudah menyerang
saluran pernapasan. Jenis iritan dapat digolongkan pada kecilnya kelarutan yang
juga menetukan daerah serangan pada alat pernapasan sebagai berikut:
Ada beberapa bahan korosit yang berbentuk gas :
Amoniak adalah senyawa kimia dengan rumus
NH3.
Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam dan khas. Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan
kerusakan paru-paru dan bahkan kematian.
-
Formaldehid
Pada umumnya, formaldehida terbentuk akibat reasi oksidasi katalitik pada metanol. Oleh sebab itu,
formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbondan terkandung dalam asap pada kebakaran hutan,
knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida
dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di
atmosfer.
-
Sulfur klorida
Sulfur klorida adalah
zat yang mudah terbakar, mudah alrut dalam air, efek yang dapat terjadi yaitu
iritasi pada mata, dan paru-paru. Sulfur klorida biasa nya digunakan untuk
pembuatan insektisida, karet, semen.
-
tionil klorida
-
Sulfurilklorida
-
Gas Chrome
-
Chlure
-
Sulfurdioksida
-
Nitrogen dioksida












0 komentar:
Posting Komentar