Untuk
diketahui bahwa kata "heart" dalam dunia kedokteran berarti jantung, bukan hati. adapun "hati" dalam kedokteran adalah "Liver"."oleh karena itu kata "qalbu" dalam bahasa arab di terjemahkan menjadi heart yang dalam bahasa indonesia menjadi jantung.
"Dan
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan
oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya" (Qaaf
16)
Ini
menunjukkan relasi antara Allah SWT dengan hamba-Nya, sekaligus mengisyaratkan
pentingnya pembuluh darah di leher dan hubungannya dengan jantung.
Al
Quran juga menyebut ada tiga kelompok manusia berdasarkan keadaan “heart”nya,
yaitu orang yang beriman (believers) yang memiliki heart yang hidup, orang
kafir (rejecters of faith) yang memiliki heart yang mati, dan orang munafik
(the hypocrites) yang ada penyakit dalam heart. Oleh karna itu heart memiliki
dua tipe, yaitu spiritual heart dan physical heart. Tiga kategori itu termasuk
ke dalam spiritual heart. Para ulama juga membagi dua jenis penyakit dalam
spiritual heart, yaitu syubuhat dan syahwat.
Bagian
yang juga menarik, ketika secara tidak langsung gaya hidup manusia yang
dikehendaki oleh Allah SWT, membuat kemungkinan terkena penyakit jantung menjadi
lebih kecil, seperti melakukan aktivitas spiritual, makan secukupnya, bekerja
secara fisik, tidak marah dan iri hati, menjauhi keserakahan, serta menjauhkan
diri dari makanan dan minuman yang dilarang. Termasuk dibahas pula
gerakan-gerakan shalat (berdiri, sujud duduk) yang berhubungan dengan
kesehatan, sampai-sampai gerakan orang shalat yang malas seperti yang dilakukan
oleh orang munafik dikecam dalam Al Quran. Hingga ada larangan Islam untuk
mengkonsumsi alkohol untuk khamar yang bisa ditinjau dari segi kesehatan.
Sebab, alkohol berpengaruh pada seluruh organ tubuh, seperti liver, lambung,
usus, pankreas, jantung dan otak dan dapat menyebabkan sejumlah penyakit,
seperti liver cirrhosis, pancreatic insufficiency, cancer, hypertension dan heart
disease.
Al
Qur'an dan ucapan Nabi Muhammad merupakan teks agama, spiritual dan sekaligus
saintifik, serta memberikan pengaruh bagi ilmu medik dan anatomi jantung (heart) sesungguhnya berisi unsur hati, kecerdasan dan emosi, sebagaimana juga unsur fisik tubuh yang dapat mengalami sakit, seperti pembekuan darah, dan sebagagainya.
Dahulu para
saintis Eropa di abad pertengahan gagal dalam mengambil manfaat dari Islam,
disebabkan oleh beberapa kemungkinan diantaranya proses penterjemahan yang buruk.
Al
Qur'an memang bukan kitab sains, namun petunjuk hidup bagi manusia. Bagi orang
yang beriman, Al Qur'an juga tidak butuh bukti untuk kebenaran isinya. Namun
demikian, adanya sejumlah isyarat-isyarat ilmiah yang belakangan terbukti
sesuai dengan perkembangan sains modern semakin menunjukkan bahwa Al Quran
bukanlah sebuah kitab yang biasa, tetapi sebuah mukjizat dari Allah SWT.
(Arrahmah)












0 komentar:
Posting Komentar