Sebagai pemain bintang
berbanderol mahal, Mario Balotelli selalu bergaya hidup mewah. Ironisnya, orang
tua kandung pemain 21 tahun itu hidup terbelit kemiskinan.
Balotelli lahir
dari sepasang imigran asal Ghana yang hijrah ke Italia, Thomas dan Rose
Barwuah. Keluarga tersebut hidup terseok-seok setelah kelahiran bayi Mario.
Penyakit komplikasi usus yang diderita Mario menyebabkan keluarga ini terpaksa
meminta bantuan sosial. Pada 1993, saat Mario berumur 2 tahun, keluarga Barwuah
setuju memberikan anak mereka kepada sepasang suami istri Francesco dan Silvia
Balotelli.
Kini Mario
menjelma menjadi pesepak bola yang bergelimang harta dengan penghasilan 120.000
pound (setara dengan Rp16 miliar) per pekan. Dia gemar minum anggur tua saat
berpesta dan dia juga gemar berderma ratusan pound setiap kali ke gereja.
Namun, kemurahan hati Mario tidak
untuk ibu kandungnya, yang bekerja sebagai cleaning service sebuah kantor
yang berjarak beberapa mil saja dari rumah mewah seharga 3 juta pound milik
anaknya.
Saat penyerang
Manchester City itu duduk di kursi mobil mewah Bentley Continental seharga
120.000 poundsterling, sang ibunda, Rose Barwuah terpaksa harus puas berdesak-desakan
di bus kota.
Lima kali
seminggu, dia terpaksa menumpang bus tersebut untuk melakukan pekerjaan di
sebuah penyewaan mobil di Cheadle, dekat Manchester, dengan upah minimum 6,08
pound per jam.
Bersama
keluarganya, Rose terpaksa harus tingal di sebuah kontrakan sederhana. Sedikit
lebih baik ketimbang saat dia memberikan anaknya untuk diadopsi, 19 tahun lalu,
yang hanya bisa menghuni falt sempit di Brescia, Italia.
Perempuan yang
kini berusia 46 tahun itu, memang sengaja pindah ke dekat Manchester, saat
Natal tahun lalu, agar selalu bisa dekat dengan anaknya yang terkenal sangat
eksentrik.
"Ketika dia datang dari Italia
dengan Putrinya, Rose mengaktakan hanya ingin dekat dengan putranya, bukan
karena ingin menikmati kekayaan dan kemewahan yang dinikmatinya sekarang,"
ujar seorang sumber kepada Daily Mail.
"Kata-katanya
itu tak bohong, dia (Rose) hidup sederhana dan bekerja keras. Sebelumnya di
bekerja di pasar, jadi dia cukup tangguh.
"Mario
tinggal tak jauh di Alderley Edge, tapi dunia mereka terpisah sangat jauh
terbatasi oleh gaya hidupnya," kata sumber itu.
Sumber itu
kemudian menambahkan, "Ibunya tampak rendah hati, dia tak mau Mario
tertekan, karena dia tinggal di Inggris. Dia hanya ingin kembali menjalin
hubungan dengan anaknya sebagaimana diinginkan setiap ibu."
Balotelli memang
pernah mengunjungi ibunya beberapa kali di rumahnya yang kecil, sementara mobil
Bentley putih mewah miliknya terparkir di luar.
Rose mengaku, dia
dan suaminya Thomas, terpaksa menyerahkan anaknya untuk diadopis saat berumur
dua tahun karena penyakit radang usus yang diderita Balotelli saat kecil.
Terutama karena tempat tinggal mereka yang sempit saat itu.
Dahulu, ibunya
sendiri yang memberikan Mario untuk diadopsi, kini dia harus berusaha keras
mengembalikan pengakuan dari anaknya.
Baru-baru ini Rose
sempat berucap, "Mario memang pernah berkunjung dan melihat saya beberapa
kali. Tapi kami tidak bisa saling menatap sepanjang waktu, dia punya hidupnya
sendiri, dan aku juga punya hidupku sendiri.
[ Inilah.com]












0 komentar:
Posting Komentar