Kamis, 19 Juli 2012

Pembantaian muslim (Rohingya), cermin rezim kafir Islamophobia


Pembantaian terhadap etnis Muslim (Rohingnya) di Myanmar (Burma) yang dilakukan oleh umat budha dengan dukungan dari militer Myanmar. Merupakan fakta yang tidak bisa dikesampingkan meskipun ada beberapa foto-foto hoax yang disebar.
"Foto-foto itu (hoax) tidak menjadi alasan untuk menolak adanya pembantaian .Sebab  fakta-fakta yang ada menunjukkan adanya pembantaian dan pengusiran"Kata pengamat hubungan internasional, Farid Wadjdi kepada arrahmah.com (18/07/2012)

Lebih dari itu, menurut Farid, Kasus Rohingya merupakan satu kasus bagaimana cerminan ketika Umat Islam hidup di bawah rezim selain Islam yang mengidap Islamophobia (penyakit Jiwa yang benci kepada Islam). Di Barat, yang dipimpin Nasrani, mereka juga dinilai menerapkan kebijakan Islamophobia. Begitu juga di India berkembang pula Islamophobia dengan rezim Hindunya.
"Sedangkan Myanmar cerminan dari Islamophobia pemerintahan Budha,"ujarnya
Lanjut alumnus FISIP Universitas Padjadjaran ini, pembantaian tersebut mempunyai hubungan erat dengan kebijakan kolonial sejak penjajahan Inggris. Genocida dan pengusiran Umat Muslim Rohingya sudah dilakukan sejak kesultanan Islam yang mana masyarakat Rohingya dikenal telah memeluk Islam sejak masa  pemerintahan Islam Umar bin Abdul Aziz.
"Maka cara Inggris menekan orang-orang Islam adalah dengan memakai orang-orang Budha," lontarnya.
Kebijakan kolonial ini kemudian dilanjutkan oleh rezim militer yang berkuasa di Myanmar. Mereka menyerukan sikap anti Islam untuk menyatukan masyarakat Budha.
"Selama ini rezim militer menjadikan Islam sebagai musuh bersama," jelas Farid
Itulah sebabnya kenapa Aung Sang Su Kyi yang dikenal sebagai pejuang HAM memilih diam dalam kasus Rohingya. Ini adalah sebuah jebakan rezim militer.
"Karena kalau berpihak, dia tidak akan mendapat dukungan dari masyarakat,"  tutur Farid.
Aung Sang Su Kyi sendiri menurutnya tidak bisa dijadikan tumpuan harapan untuk memprotes junta militer Myanmar, sebab Aung sendiri merupakan kaki tangan barat."Dia masih antek Inggris" tandas Farid,".

[Arrahma]

0 komentar:

Posting Komentar

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!