KIPASBIS.com - Dilihat menyimpan potensi sebagai destinasi wisata religi yang mendatangkan wisatawan.
Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekreaf M Faried mengatakan, Aceh masih menyimpan potensi sebagai destinasi wisata religi yang cukup besar.
"Ada banyak hal yang bisa digali dari Aceh, dan daya tariknya terutama dari sisi religi," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf M Faried di Jakarta, hari ini.
Dicontohkan M Faried, beberapa lokasi favorit turis adalah Masjid Agung di Banda Aceh yang bersejarah, Makam ulama besar dunia Syiah Kuala, hingga monumen kenangan Museum Tsunami.
Banda Aceh kini menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Aceh karena sistem akomodasi, tata kota, dan fasilitas pendukung di wilayah itu terus membaik.
"Banda Aceh pascatsunami tata kotanya [semakin] bagus, dan kalau diperhatikan, pengunjung Museum Tsunami hampir dua per tiga-nya wisatawan asing," katanya.
Datangnya turis mancanegara itu juga diperkuat oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh Muhammad Jasman yang mengatakan, pada 2011 jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke daerahnya mencapai 29.500 orang, dan sebanyak 67 persennya berasal dari Malaysia.
"Sebagian besar turis itu melakukan wisata religi di Aceh, sedangkan wisatawan lokal ke Aceh pada 2011 sebanyak 959 ribu pergerakan," katanya.
Ditambahkan Jasman, banyaknya kedatangan turis asing dari Malaysia ke Aceh adalah karena makin meningkatnya jumlah penerbangan langsung ke Banda Aceh serta destinasi wisata religi yang ada.
Jasman berjanji akan terus mengembangkan wisata religi di sana, di antaranya dengan wisata kurban serta pesantren untuk memperluas pilihan wisata religi di Aceh.
Selain wisata religi, Aceh juga memiliki potensial dengan wisata minat khusus lain, seperti Sabang dengan diving, Siemeulue dengan selancar, dan Kuta Cane di Aceh Tenggara dengan wisata sungai.
[beritasatu]














0 komentar:
Posting Komentar