Kipasbis.com - KAUM Sikh, yang baru saja diserang oleh seorang veteran perang Amerika di Milawaukee, sering kali disangka sebagai Muslim karena mereka juga memelihara janggut dan mengenakan turban.
Sebenarnya bukan hanya tragedi penembakan kemarin saja yang kabarnya menewaskan sekitar enam orang itu. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah September 2001, banyak kelompok Sikh yang memang diserang.
Banyak orang Sikh mengaku bahwa rumah mereka dirusak; lainnya diludahi. Dalam beberapa kasus ekstrem, Sikh diserang oleh sekelompok orang dan dipukuli.
Sampai hari Ahad akhir pekan lalu, seorang pria menembak dan menewaskan sedikitnya enam orang di sebuah kuil Sikh di luar Milwaukee. Pelakunya adalah Wade Michael Page, 40 tahun, seorang veteran Angkatan Darat Amerika.
Saksi mata mengatakan Page yang bersenjata itu memiliki tato 9/11 di satu lengannya.
Polisi telah menerima informasi bahwa tersangka “mungkin terlibat dalam gerakan supremasi kulit putih”, tapi hal ini belum dikonfirmasi, demikian menurut Kepala Polisi Oak Creek John Edwards.
Sementara motif penembak belum diketahui, yang jelas peristiwa itu telah menimbulkan rasa shock dan kesedihan dai kaum Sikh Rajwant Singh, dari Maryland mengatakan bahwa Sikh tumbuh dewasa di Amerika Serikat tidak perlu merasa seolah-olah mereka tidak dibutuhkan.
“Semua orang harus merasa di rumah sendiri,” katanya. “Negara ini milik semua orang.”
Saat ini di Amerika tinggal sekitar 700.000 orang Sikh, hampir semua berasal dari India. Mereka bisa dengan mudah diidentifikasi oleh janggut mereka dan turban, sebuah tradisi yang sudah berlangsung selama 500 tahun.













0 komentar:
Posting Komentar