KIPASBIS | Dalam Perang Dunia II ada sekitar 60 juta korban yang jatuh di seluruh dunia, dari berbagai bangsa dan ras. Namun, dengan kelihaian politik propagandanya, Rezim Zionis berhasil mengalihkan opini umum kepada kisah pembantaian massal orang-orang Yahudi saja. Orang-orang Zionis bahkan tak henti-hentinya menekan negara-negara Barat untuk meminta ganti rugi dari mereka. Dikabarkan, pada dekade 1960-an, dari Jerman saja, Zionis sudah mengeruk uang ganti rugi sebesar 11 milyar dollar. Padahal, dewasa ini banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa klaim 6 juta Yahudi terbunuh oleh Nazi adalah bohong belaka.
Andrew Shellen seorang pengkaji dan ahli sejarah Perancis, merupakan di antara cendekiawan yang berhasil membuktikan kebohongan rezim Zionis mengenai pembantaian massal yang dilakukan oleh pasukan Nazi yang terkenal dengan nama Holocaust, melalui kajian-kajiannya. Dalam sebuah wawancara dengan IRIB, ia mengatakan, "Jumlah 6 juta orang Yahudi terbunuh di dalam Perang Dunia II merupakan satu jumlah yang emosional. Mayoritas ahli sejarah, termasuk Jean Claude Pressac -salah satu bukunya berjudul "The Crematories of Auschwitz"- menilai bahwa orang Yahudi yang terbunuh dalam PD II tidak lebih dari satu juta orang. Dewasa ini, jumlah yang dikemukakan oleh para penulis mengenai korban Holocaust adalah antara 350 hingga 700 ribu orang.
Shellen dalam lanjutan wawancaranya mengatakan, "Banyak sekali orang yang terbunuh dalam Perang Dunia II ini dan banyak sekali orang-orang yang tak berdosa diasingkan. Sebagai contoh, orang-orang Jepang, Jerman, dan Italia telah dikeluarkan dan diusir dari Amerika. Warga Jerman yang hidup di sekitar sungai Volga diasingkan dalam kondisi yang sangat parah oleh Rusia. Lalu orang-orang Jerman juga mengasingkan semua orang Yahudi. Mereka memang mengalami nasib yang sangat buruk, namun tak dapat dikatakan bahwa hanya orang-orang Yahudi saja yang menjadi korban dalam perang ini.
Sementara orang-orang Zionis berbicara mengenai kezaliman-kezaliman yang dilakukan oleh tentara Nazi terhadap mereka, bukti-bukti sejarah justru menunjukkan bahwa orang-orang Zionis memiliki banyak keserupaan dan persamaan visi. Di antaranya, orang-orang Zionis juga menyimpan mimpi di kepala mereka untuk mewujudkaan sebuah dunia rasialis. Menurut Andrew Shellen, di era Nazi, surat kabar-surat kabar Zionis memandang baik perluasan rasialisme oleh orang-orang Nazi karena dari segi undang-undang, orang-orang Yahudi Jerman dirangsang untuk pindah ke Palestina. Orang-orang Nazi juga mendukung Zionis dalam segi militer. Sebelum meletusnya perang, mereka mengirim persenjataan ke Palestina dan memberi bantuan melalui jalur-jalur lainnya, hingga tahun 1942. Agen-agen intelijen Inggris juga pernah merekam percakapan tokoh Zionis dan Nazi yang membuktikan adanya perundingan di antara orang-orang Nazi dan Zionis.
Hakekat ini juga dikonfirmasikan oleh David Smith, seorang pengamat dari Australia. Dalam wawancaranya dengan IRIB, ia mengatakan, "Dewasa ini telah diinstruksikan kepada kedutaan-kedutaan besar Jerman, agar tidak memberi data dan jumlah orang-orang yang telah ditangkap dan dituduh telah melakukan propaganda anti Yahudi kepada siapapun. Kendati para sejarahwan Eropa mengetahui kebohongan-kebohongan Zionis, namun mereka tidak diijinkan untuk mengeksposnya karena ada kemungkinan mereka dipenjarakan. Bahkan orang-orang Zionis berupaya memanfaatkan komisi HAM untuk kepentingan mereka."
Zionis dengan membesar-besarkan tragedi Holocaust berusaha mencari simpati opini umum agar mereka dapat mencapai tujuan-tujuan mereka, termasuk di antaranya bantuan keuangan dari negara-negara Barat. Informasi-informasi yang tersebar menunjukkan realita ini dengan jelas. Sebagai contoh, jumlah bantuan luar negeri untuk Israel dari Amerika Serikat saja, mencapai 750 dolar per kepala, artinya dua kali lipat dari jumlah bantuan AS untuk negara-negara Afrika per kapita. Dengan demikian jelas sekali bahwa, kendati ada bukti-bukti yang menunjukkan kebohongan klaim orang-orang Zionis, upaya propaganda mereka mengenai mitos-mitos pembantaian terhadap bangsa Yahudi masih terus berlangsung dan masih mencapai sasaran.selain itu kalau memang holocaust itu benar terjadi, lantas apa masalah terhadap Palestina yang harus berbagi tanah dengan Yahudi korban holocaust, seharusnya jerman lah yang harus bertanggung jawab, itulah propaganda orang orang yahudi untuk melancarkan semua rencana-rencananya.
beberapa Fakta Kebohongan Holocaust Yahudi yang dibangga-bangkan oleh kaum yahudi di seluruh dunia ini, antara lain :
-Tidak ada satu dokumen pun yang menyebutkan adanya holocaust terjadi di tanah jajahan jerman sampe kemudian orang2 yahudi menuntut minta disahkan adanya negara yahudi (baca:israel)
Di buku karangan para pemimpin yang melawan Jerman Nazi seperti Winston Churcill di 6 jilid Second World War, Eisenhower yang berjudul Crusade in Europe, dan 3 jilid buku nya de Gaulle yang berjudul Mémoires de guerre
tidak ada satupun dari halaman kertas buku itu yang menyebutkan 6 juta orang yahudi mati, kamar gas, dan genosida membunuh semua yahudi.
Jumlah Korban
Gambar dibawah yang diambil dari Edgar J Steele dalam ‘Holy
Holocaust’disebutkan bahwa yang meninggal di SELURUH kamp konsentrasi yang
dimiliki Jerman itu dibawah 300.000, dan tidak disebutkan kalau mereka mati karena kamar gas, tetapi terkena penyakit Tipus dan berbagai penyakit lain. Dan adanya eksekusi alias ditembak ditempat oleh tentara Jerman memang ada, tetapi jumlah itu hanya 100-an dan itu pun ada sebabnya, karena mereka memberontak,mencuri,politisi korup dimasanya maupun kesalahan hukum lainnya.buktinya:
Sementara para ahli sejarah atau yang nge-observe tentang hal ini yang menyatakan jumlahnya kurang dari 6 juta langsung di cekal dan bahkan di penjara.
daftar orang2 yang dipenjara gara2 menyangkal holocaust:
Ernst Zundel
kirim suratnya ke:
JVA Mannheim
Herzogenrieder Str. 111
D – 68169 Mannheim
Germany
-David Irving
penjaranya di:
Gef. Nr. 70306
Justizanstalt Josefstadt
Wickenburggasse 18-20
1082 Vienna
Austria
-Germar Rudolf
kirim suratnya ke:
JVA Heidelberg
Oberer Fauler Pelz 1
69117 Heidelberg
Germany
Selanjutnya,…
-Gaston-Armand Amaudruz dan Jürgen Graf dari Switzerland
-Jean Plantin dan Georges Theil dari Prancis
-Günter Deckert, Hans Schmidt dan Fredrick Toben dari Jerman
-Pedro Varela dari Spanyol
-Siegfried Verbeke dari Belgia.
Jumlah populasi dari orang2 yahudi saat tahun 1933 di eropa hanya berjumlah 494,000.
Kamar Gas
Seorang Ahli kimia bernama Germar Rudolf ditangkap!!! hanya gara2 tidak menemukan adanya bekas adanya gas beracun dan hanya menemukan cyanide dalam dosis kecil yang gunaanya adalah untuk mencuci pakaian di “kamar2 gas” tsb.
Holocaust bagi orang Eropa jauh lebih sakral dari agama. Siapa saja bisa dengan bebas mengatakan “Tuhan telah mati” tanpa ada konsekwensi hukum apapun dibelakangnya. Tapi untuk “sekedar menolak holocaust”, lain urusannya. Ini perbuatan anti semit yang sangat keji tidak manusiawi, dan tidak bermoral.
- Germar Rodef, harus mengahiri hidupnya karena bukunya “Dissection Hollocaust”
- Prof. Robber Fridson harus duduk jadi seorang pesakitan karena wawancara holocaustnya
- Rinva Dalsters ditekan habis sampai bunuh diri karena menyamakan air terjun Niagara dengan holocaust
6.000.000 orang kaum Yahudi terbunuh di kamp sekecil Auschwitz? Nalar yang paling primitifpun akan dengan mudah menolak, manakala menghitung kamar gas dengan kapasitas hanya 100-120 orang harus membunuh yahudi sebanyak 6.000.000 (kapasitas kamp Auschwitz yang 11.000 orang itu, daya tampungnya, bukan kemampuan kamar gas dalam membantai kaum yahudi).
Berbagai komentar tentang kebohongan Holocaust.
Prof. Williams Rubenstein, University of Wales
…serangannya yang berani atas pemerasan keuangan yang dilakukan oleh WJC (kongres Yahudi Dunia) merupakan hal yang penting………
The Times
Jaringan penipuan itu perlu dibongkar……..Dalam buku ini (THE HOLLOCAUST INDUSTRY (Norman G. Finkelstein)menyingkap akal bulus mereka
(IRIB Indonesia/yuhendrablog.wordpress/Kipasbis/radioislam.org/berbagai sumber lain nya)














0 komentar:
Posting Komentar