KIPASBIS | Sudah menjadi rahasia umum tentang keberadaan senjata pemusnahan massal Irak yang tidak terbukti adanya. Belum lama ini Badan intelijen Amerika CIA sebelum melancarkan invasi ke Irak mengakui bahwa ada kesalahan analisis terkait dengan keberadaan senjata pemusnahan masal di negara tersebut, CIA tidak dapat menunjukan bukti kongkrit tentang ada nya senjata yang katanya ada di Irak yang di miliki oleh rezim Saddam husein.
![]() |
| CIA |
"Analis tidak menghabiskan waktu yang cukup untuk memeriksa dugaan terhadap Irak," demikian di antara pernyataan dalam dokumen seperti dilansir Press TV, Kamis (6/9).
Badan intelijen di paksa dan mendapatkan tekanan dari pemerintahan George Bush untuk mendapatkan bukti tentang adanya senjata pemusnah massal di Irak, ini bertujuan agar Amerika dapat melancarkan serangan nya ke Irak, dalam pernyataan seorang pejabat divisi Timur Tengah CIA, paul pillar.
"Kampanye untuk melancarkan perang telah memuncak sebelum estimasi ditulis," kata dia dalam bukunya yang berjudul 'Intelligence and US Foreign Policy; Iraq, 9/11, and Misguided Reform'.













0 komentar:
Posting Komentar