Tampilkan postingan dengan label Muslim dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Oktober 2012

Tak sanggup biayai, otoritas katolik jual gereja kepada komunitas muslim


Rencana penjualan Gereja itu dilontarkannya setelah Otoritas Katolik Roma menyatakan tak lagi mampu membiayai perawatan gereja yang berdiri sejak 1950 itu. Otoritas Katolik beralasan, enam gereja di satu kota yang berjarak 150 mil dari Paris itu dinilai terlalu banyak untuk ukuran populasi umat Katolik yang makin berkurang tahun demi tahun. 
[muslimdaily | Islam-warrior|Kipasbis]
Warga Muslim di sebuah kota kecil Vierzon di Prancis mungkin akan memiliki Masjid baru. Pasalnya, sebuah gereja tua di kota kecil itu akan dijual kepada komunitas Muslim setempat, demikian dilaporkan The Washington Post, Senin (22/10).
Kabar rencana penjualan Gereja Saint-Eloi's di kota Vierzon itu diketahui setelah seorang pimpinan gereja, Pastor Alain Krauth melontarkan informasi rencana penjualan Gereja di depan jamaah Misa Minggi Gereja Saint-Eloi's, Ahad (21/10).
Rencana penjualan Gereja itu dilontarkannya setelah Otoritas Katolik Roma menyatakan tak lagi mampu membiayai perawatan gereja yang berdiri sejak 1950 itu.
Otoritas Katolik beralasan, enam gereja di satu kota yang berjarak 150 mil dari Paris itu dinilai terlalu banyak untuk ukuran populasi umat Katolik yang makin berkurang tahun demi tahun.
"Jika komunitas Muslim moderat membeli (Gereja) Saint-Eloi's, kami hanya bisa turut berbahagia karena mereka dapat menjalankan ritual agamanya. Jika mereka ternyata adalah termasuk golongan ekstremis, maka itu adalah pertanyaan lain, mengingat ekstremis ada di semua agama," kata Krauth seperti dilansir The Washington Post, Senin (22/20).
Namun, pemikiran terbuka Pastor Krauth rupanya tidak serta merta disambut baik jamaahnya. Usai memberikan pernyataan yang dimuat media-media lokal, Kraut mendapat puluhan keluhan melalui telepon seluler dan emailnya. Keluhan tersebut sebagian disampaikan secara sopan, sebagian yang lain bernada keras. 
Sebagian pihak menganggap tindakannya telah mengkhianati ajaran Nasrani karena menjual Gereja itu kepada umat Muslim. Bahkan sebagian mengancam dengan tindakan yang lebih ekstrem. Mereka akan memelihara babi di Gereja agar komunitas Muslim urung mengajukan proposal pembelian. 
Populasi Muslim di Prancis semakin berkembang dari waktu ke waktu. Saat ini, Kementerian Dalam Negeri setempat memperkirakan terdapat lima juta penduduk Muslim di Prancis. Jumlah itu merupakan populasi Muslim terbesar yang ada di negara Eropa.

Minggu, 16 September 2012

Protes film anti-islam,Polisi prancis tangkap 100 lebih demonstran muslim

KIPASBIS | Kepolisian Prancis menangkap lebih dari 100 warga muslim saat melakukan demonstrasi memprotes film anti-Islam di depan gedung Kedubes AS untuk Prancis di ibukota Paris, Sabtu (15/9/2012).
Kepolisian negara penjajah salibis Prancis menangkap para demonstran muslim tersebut dengan tuduhan tidak mendapat izin untuk melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kedubes AS, yang berdekatan dengan Istana Kepresidenan Prancis.
Sumber di kepolisian Pransis menyebutkan aparat kepolisian telah membuat barikade sekitar  300 meter di depan gedung Kedubes AS. Sumber itu menegaskan para demonstran tidak bisa mendekati gedung Kedubes AS dan Istana Kepresidenan Prancis.
"Berdasar penyelidikan awal, puluhan laki-laki, perempuan dan anak-anak termasuk kelompok salafi, melakukan aksi demonstrasi ilegal di sekitar gedung Kedubes AS. Mereka terlibat keributan dengan aparat kepolisian yang membubarkan mereka." ujar sumber di kepolisian Prancis.
Selama beberapa hari terakhir, seluruh dunia Islam dari Kairawan, Tunisia di ujung barat benua Afrika sampai Sidney, Australia di ujung timur dunia dilanda demonstrasi kaum muslimin. Mereka memprotes film "Innocence of Muslims" karya Yahudi-Kristen AS yang berisi pelecehan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam.
Atas nama kebebasan seni, kebebasan berekspresi, HAM dan demokrasi, negara salibis AS dan Barat memberi peluang selebar-lebarnya bagi kelompok Yahudi, Kristen dan paganis untuk melecehkan Islam. Namun jika umat Islam melakukan aksi protes karena membela kehormatan agamanya, aparat keamanan AS dan Barat menangkap dan menyiksa mereka. Inilah wajah demokrasi yang sesungguhnya. (muhib almajdi/arrahmah.com)

Jumat, 14 September 2012

Di tuduh teroris, Polisi australia grebek Islamic center

KIPASBIS - News of Islam | Komunitas Muslim Australia menyesalkan kebijakan kepolisian Australia yang mengikutsertakan media dalam penggerebekan terhadap tertuduh pelaku terorisme. Tindakan itu dianggap mempermalukan Komunitas Muslim.hampir sama dengan densus 88 dari Indonesia yang membawa media saat penggrbekan terorisme, apa ini sudah prosedur mereka untuk menjatuhkan Islam, wallahualam.
Islamic Center di pinggiran Melbourne digrebek polisi
Imam Ibrahim Omerdik mengatakan Komunitas Muslim merasa tidak nyaman dengan tindakan kepolisian Melbourne. Pasalnya, tindakan itu memberikan efek negatif terhadap Komunitas Muslim.
"Sekarang anak-anak merasa malu ketika mereka berada di sekolah," sebut dia seperti dikutiponislam.net, Jumat (14/9).
Pada Kamis (13/9) kemarin, kepolisian Melbourne melakukan penggerebekan terhadap Islamic Center di pinggiran Melbourne, ibu kota negara bagian Victoria. Tujuan penggerebekan itu untuk menangkap satu orang tertuduh yang dianggap berencana melakukan serangan teror.
Dari penggerebekan itu sejumlah komputer, hard disk dan senjata disita. Target sasaran sendiri baru ditangkap dan dipenjarakan. Namun, kepolisian belum menyebut nama dari target sasaran itu.
Dewan Islam Victoria, Sherene Hasan dalam pernyataannya mencoba menenangkan Komunitas Muslim untuk tidak bereaksi secara berlebihan. Ia meminta umat muslim menanggapi positif tindakan kepolisian.
"Saya kira, apa yang dilakukan kepolisian memastikan komunitas kita merasa aman," tukas dia.
Namun, Komunitas Muslim terlanjut merasa dipermalukan. Mereka menuntut kepolisian untuk meminta maaf. "Mereka harus meminta maaf atas apa yang terjadi. Jika mereka melakukan penyergapan ada baiknya tidak mengundang para jurnalis," kata dia mengakhiri.[ROL/Onislam]

Rabu, 12 September 2012

inilah isi film "the innocence muslim" yang menghina Rasulullah

KIPASBIS | Dalam waktu hanya beberapa hari saja, film berjudul ”Innocence of Muslim” langsung menjadi sorotan. Film amatir ini segera saja menjadi kontroversi karena dinilai berisi penghujatan dan penilaian terhadap Islam.

Film ini berdurasi dua jam dan isinya menghina serta melecehkan Nabi Muhammad SAW dan umat Islam. Dalam film tersebut, Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang penipu. 

Rasulullah dideskripsikan sebagai seorang pria hidung belang yang lemah.

Rasulullah Muhammad juga digambarkan telah menyetujui adanya pelecehan seksual terhadap anak. Penggambaran nabi di film ini juga kemarahan warga Muslim Mesir dan Libya. Trailer film ini telah beredar di Youtube. 

Sam Bacile selaku pembuat film memilih para aktor dan aktris amatir. Dalam film itu, Sam melibatkan 59 aktor dan 45 orang kru.

-Sutradara pembuat film menghilang-

Sam Bacile, sutradara film trailer ini membuat sensasi. Sam menjadi pembicaraan banyak orang karena memproduksi film bertajuk “The Innocence Muslim,” sebuah film yang mengundang protes umat Islam. Karena telah menghina Nabi Muhammad saw.

Film ini telah memakan korban, dubes Amerika Serikat untuk Libya dan tiga orang staf lainnya tewas setelah aksi protes dilancarkan. Di Mesir pun demikian, aksi protes berujung kericuhan.
Hingga saat ini, Sam masih belum ditemukan. Belum ada yang bisa menemuinya, dan menguak identitas sebenarnya.

Setelah tersiar kabar bahwa Sam adalah seorang Yahudi-Israel, seorang pria bernama Steve Klein-seorang aktivis kristen di California membantahnya dan mengatakan bahwa Sam bukanlah seorang Yahudi.
“Kemungkinan besar Sam Bacile ini juga menggunakan nama samaran,” tambah Klein. Bahkan Klein menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak terlibat di dalam film ini. [islampos/kipasbis]


Rabu, 29 Agustus 2012

Karna iklan dari bus, banyak warga Amerika masuk Islam

KIPASBIS.com | CHICAGO – Tidak sia-sia usaha Lingkaran Islam Amerika Utara (ICNA) mempromosikan ajaran Islam dengan memanfaatkan segala lini komersial. Melalui program tersebut, tak sedikit warga AS yang akhirnya memeluk Islam.


Cukup besar dana yang mereka keluarkan, yakni 30.900 dolar AS, guna menempatkan iklan pada setiap bus di Chicago. Iklan yang ditempatkan cukup sederhana, mereka hanya menaruh nomor telepon 800 662 di bawah tulisan "Anda bertanya Tentang Islam".

Iklan tersebut dipasang selama satu bulan, mulai 19 September - 20 Oktober 2011. Mengingat tingginya minat dan antusiasme masyarakat terhadap iklan, tak kurang dari 300 ribu penelpon, ICNA memutuskan memperpanjang iklan tersebut sampai 23 November. 

Yang menarik, bagi penelepon akan dikirimkan salinan Alquran terjemahan bahasa Inggris, literatur Islam  dan lainnya.

Diretur Kampanye ICNA, Saabel Ahmed, mengatakan setiap lini komersial membuka kesempatan untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam. "Setiap lini memungkinkan orang berinteraksi dengan banyak orang, yang kemudian masing-masing saling mengenal satu sama lainnya," kata Ahmed.

Tak hanya di Chicago, ICNA juga melakukan kampanye serupa di New York dan Seattle. Di New York, ICNA menempatkan iklan pada moda kereta bawah tanah. Isinya berupa format visual terkait pertanyaan yang umumnya terlontar dari warga AS tentang Islam dan jawabannya. 

Sukses dengan kampanye tersebut, sejumlah kota di AS dan Kanada meminta ICNA untuk menjalankan proyek serupa.

Kampanye yang dijalankan ICNA berdampak pada naiknya warga AS yang memeluk Islam.  

Lislie C Tole misalnya, mualaf yang bekerja sebagai guru ini pada awalnya penasaran dengan iklan yang ia lihat pada bus di Chicago. Ia catat nomor telepon tersebut lalu ia hubungi.

Banyak mendapat informasi tentang Islam dan Muslim secara lengkap, Leslie mulai berpikir untuk menjadi Muslim. 

Memang, butuh banyak pertimbangan dalam dirinya sebelum memutuskan menjadi. "Jujur, aku telah banyak mencari tahu tentang Islam. Namun, aku belum bisa berkomitmen," kata dia.

Rupanya, iklan dalam bus itu seolah mengingatkan dirinya apakah sudah siap untuk memeluk Islam. Sebab, sudah sekian lama ia mencari tahu tentang Islam dan Muslim. Tak berselang lama, ia mantap memeluk Islam. "Di akhir keputusanku, ada satu pertanyaan yaitu bagaimana menjadi seorang Muslim," ujarnya.

Pengalaman Lislie juga dialami Ilyas. Ia terinspirasi iklan tersebut. Dari iklan itu ia banyak belajar. Satu kesimpulan yang ia dapat. "Islam adalah agama yang sempurna. Sulit untuk menjelaskan karena anda tahu kebenaran. Hanya hati anda yang dapat menjawabnya," kata Ilyas.

Lislie menilai kampanye yang dibesut ICNA cukup brilian. Meski kontennya sederhana tapi efeknya luar biasa. "Saya tidak pernah melihat sesuatu macam ini sebelumnya. Banyak sekali informasi yang didapat, yang pasti.

republika

Jumat, 24 Agustus 2012

Bar di bangun tepat samping masjid, muslim cape town murka

KIPASBIS.com - Muslim Cape Town gundah dan marah bukan kepalang. Bagaimana tidak, sebuah bar minuman alcohol baru saja diberikan lisensinya, namun yang membuat mereka meradang adalah letak bar itu persis di samping masjid.

“Pihak berwenang menempatkan bar di Bo-Kaap tepat di samping masjid,” kata Ketua Bo-Kaap Civic Association Osman Shabodien kepada Cape Times, pada hari Kamis, (23/08/2012).

“Kami ingin tahu mengapa kami tidak diajak berkonsultasi. Kami memiliki dukungan dari warga non-Muslim dan gereja-gereja. ”
Demonstran muslim cape town tolak bangun bar
Letak bar itu memang hanya beberapa meter saja dari Masjid Nurul Islam, salah satu masjid tertua di Cape Town yang dibangun pada tahun 1834 di Bo-Kaap, sebuah daerah di Cape Town. Marah dengan keputusan tersebut, 100 warga berdemonstrasi di luar Abantu Restaurant dan Bar.

“Kami sudah bicara dengan pemilik bar itu, Mr Sam, yang mengatakan sejauh yang dia perhatikan, ia memiliki lisensi dan dapat diperdagangkan,” kata Shabodien. “Kami sangat marah.”

Kaum Muslimin di Cape Town berjumlah 1,5 persen dari 49 juta populasi Afrika Selatan, demikian menurut buku fakta CIA.[sa/islampos/onislam]

Rabu, 22 Agustus 2012

Islamophobia- Bioskop di Denmark waspadai warga muslim

KOPENHAGEN -- Sebuah poster berisikan pesan tidak bersahabat dikeluarkan seorang pengelola bioskop di Kopenhagen, Denmark. Pesan itu berisi pesan provokatif yang memojokkan umat Islam.

Islam denmark

"Umat Islam akan berdatangan ke Bioskop, bila mengganggu penonton lain laporkan saja ke penjaga keamanan," bunyi pesan dalam poster tersebut.

Poster itu juga secara spesifik diletakan pada studio bioskop yang menayangkan film seperti Batman The Dark Knight Rises, Bourne Legacy, Total Recall, Abraham Lincoln dan Prothemeus. "Penjaga akan tersedia sepanjang hari, jika Anda mengalami perilaku yang tidak dapat diterima, silahkan menghubungi mereka," demikian bunyi isi poster tersebut seperti dikutipThe Copenhagen Post, Selasa (21/8).

Namun, poster itu justru mendapat kritik dari pengunjung bioskop. Melalui Twiiter dan Facebook, Kepala Nordisk Film cinemas, John Tones telah meminta maaf soal poster tersebut. "Saya mengerti pemberitahuan itu disalahpahami, dan saya minta maaf," seloroh dia.

Setelah permintaan maaf itu, seluruh poster akhirnya dicabut. Ton berdalih karyawannya hanya ingin memperingatkan pelanggannya bila suasana bioskop akan lebih ramai seiring perayaan Idul Fitri 1433 H. "Jelas, saya melihat ada hal yang disalahpahami," ujar Ton berkelit. 

Ton bersilat lidah jika ia kerap mendapat laporan pada Idul Fitri tahun kemarin, sehingga bioskop memutuskan untuk berjaga sepanjang hari. "Anda tahu, apakah itu Idul Fitri atau hari besar lain, Anda akan melihat sekelompok besar pemuda yang kadang bertingkah berlebihan," sebut Ton seraya membela diri.

Juru Bicara Asosiasi Dialog Muslim, NIhad Hodzic mengatakan poster itu sangat memalukan. Namun, ia tidak melihat poster itu memojokan umat Islam. "Tapi caranya tidak seperti itu untuk mengatasi kebisingan," kata dia.

Ketua Dewan Pemuda Islam Denmark, Natasha al-Hariri, mengatakan berapa banyak umat Islam yang akhirnya enggan mendatangi bioskop. Pengelola bioskop tidak bijak dalam mengeluarkan kebijakan itu. "Kebijakan yang sangat buruk," kritiknya.

Secara terpisah Martin Henriksen, juru bicara Dansk Folkeparti (DF), mengatakan peringatan itu merupakan usaha memberikan layanan terbaik. Usaha itu tidak dimaksudkan membuat orang lain tidak nyaman. "Saya kira peringatan itu sangat bijak," kata dia.

Henriksen mengatakan tidak semua muslim mengubah perilaku mereka selama Ramadhan. Ia menyebut kondisi itu merupakan situasi yang tidak menyenangkan. "Tidak ada nada rasis, tapi memang ada kebutuhan untuk itu," pungkasnya.


republika / the copenhagen post

Rabu, 15 Agustus 2012

Dubes RRC "Islam bagian penting di Cina"

KIPASBIS.com - Islam telah menjadi salah satu bagian penting bagi masyarakat di China. Kendati tergolong minoritas, Islam sudah menyebar di China selama sekitar 1.400 tahun. 

"Abad ke-7, agama Islam sudah masuk ke tanah Tiongkok. Kalau saya tidak salah, pada abad ke-13 Islam sudah masuk ke Indonesia", kata Duta Besar China untuk Indonesia, Liu Jianchao, saat menyelenggarakan acara buka puasa bersama di kediamannya di Jakarta, 14 Agustus 2012. 


Itulah sebabnya, menurut Liu, Islam sudah mengakar sejak lama di sebagian rakyat China. "Di China ada sedikitnya 21 juta umat Muslim. Mayoritas etnis Hui dan Uighur menganut agama Islam," kata Liu, yang juga mengungkapkan belum lama ini dia mengunjungi Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon dan bertemu dengan para ulama setempat.

Liu, yang baru 7 Maret lalu bertugas sebagai Dubes di Indonesia, juga mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 30.000 masjid dan ada 40.000 imam di China. "Lebih dari 40.000 umat Muslim di China setiap tahun menunaikan ibadah haji," ungkap Liu, yang sebelumnya menjadi duta besar China untuk Filipina.

Kendati sejak 1949 diperintah Partai Komunis, Liu menyatakan adat dan budaya Islam di China dihormati dan dilindungi oleh undang-undang. Di Ibukota Beijing, misalnya, sudah sejak lama berdiri beberapa masjid dan kampung muslim. 

"Menjelang libur Lebaran, saya ingin menghaturkan ucapan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim Indonesia," kata Liu.

[vivanews]

Selasa, 14 Agustus 2012

Saat shalat tarawih,50 jamaah di chicago dapat lemparan air raksa

KIPASBIS.com - Minggu 12 Agustus malam, sekitar 50 jamaah termasuk anak-anak, berkumpul di College Preparatory School of America untuk mendirikan salat Isya dilanjutkan dengan tarawih. 

Di tengah salat, saat imam mengalunkan ayat-ayat Al Quran, terdengar suara ledakan keras. Para jamaah langsung memeriksanya dan menemukan botol plastik minuman bersoda berkapasitas 2 liter yang hancur saat dilemparkan ke jendela sekolah. 

"Botol itu dipenuhi cairan asam dan material lain yang belum diketahui," demikian pernyataan yang dikeluarkan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) terkait insiden itu, seperti dimuat NBC Chicago, Selasa 4 Agustus 2012. 

Beruntung tak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, insiden tersebut membuat umat muslim dicekam teror. 

CAIR lantas meminta FBI untuk menginvestigasi kejahatan yang diduga dilatarbelakangi kebencian itu. Sekaligus meminta aparat keamanan untuk meningkatkan keamanan umat muslim selama hari-hari terakhir Ramadan yang berakhir pada 19 Agustus 2012 mendatang. 

Sementara, juru bicara Dewan Organisasi Islam Chicago (CIOGC), Ahlam Jbara dalam pernyataannya mengatakan, insiden di lembaga pendidikan Islam itu tidak berdiri sendiri. "Ini bukan kejadian yang terpisah," kata Ahlam Jbara dalam pernyataannya. "Minggu lalu, institusi anggota CIOGC lainnya, Pusat Pendidikan Muslim juga diserang."

Sebelumnya, peluru membentur sisi luar masjid Morton Grove. FBI langsung menyelidiki insiden itu sebagai kasus kriminal yang dilatarbelakangi kejahatan dan menangkap tersangka David Conrad (51). 

Sementara, Deputi Kepala Kepolisian Lombard mengatakan sejauh ini belum ada petunjuk soal siapa yang melakukan teror itu. "Siapapun yang mengetahui pelaku atau pernah mendengar seseorang mengatakan soal itu, hubungi kami," kata dia seperti dimuat Daily Herald.

Ia membenarkan botol itu berisi cairan kimia dan material lain yang bisa meledak. Polisi mendeskripikannya sebagai "bom MacGyver".
[vivanews]

Senin, 13 Agustus 2012

Masjid Qiblatain, satu-satunya masjid dengan 2 arah kiblat


KIPASBIS.com - Masjid Qiblatain di madinah berbeda dengan masjid lain yang ada di dunia. Masjid ini memiliki dua tempat imam salat dengan kiblat yang berlawanan. Tak percaya Datang saja langsung saat traveling ke Madinah.


Masjid Qiblatain di jalan Khalid bin Al Walid, barat laut Kota Madinah adalah salah satu dari tiga masjid paling awal dalam sejarah Islam, selain Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Dinamakan Qiblatain karena di masjid inilah umat muslim ditentukan arah kiblat salatnya menghadap ka'bah di Masjidil Haram, Makkah.

Dulu, sebelum kiblat salat umat muslim ditentukan menghadap Kabah, arah kiblat salat menghadap Baitul Maqdis di Yerusalem. Di masjid inilah arah kiblat diputar, seperti yang ditulis Islamic Landmarks.

Saat itu diriwayatkan Rasulullah SAW sedang menjalankan salat bersama para sahabat, Kemudian turun wahyu Allah yang memerintahkan mengubah arah kiblat ke Kabah di Makkah.

Mendengar perintah langsung itu, Rasulullah pun langsung memutar arah salat dari Baitul Maqdis ke Kabah. Sejak saat itu, arah kiblat umat Muslim pun berubah ke Kabah di Masjidil Haram, Makkah.


Untuk mengenang peristiwa penting itu, masjid lokasi penentuan arah kiblat diberi nama Qiblatain. Qiblatain berarti dua kiblat.

Tidak salah memang jika masjid ini diberi nama Qiblatain, karena ada dua tempat imam salat di sini. Hanya saja,tempat imam salat yang menghadap Baitul Maqdis sudah tidak dipakai karena perpindahan arah kiblat.


Jika masuk ke dalam, Anda bisa melihat sendiri bekas tempat imam salat. Tempat imam salat yang dulu dipakai saat kiblat menghadap Baitul Maqdis berupa pasir dan tidak ada sajadah. Sebaliknya, tempat salat imam yang sekarang telah memiliki mimbar khusus lengkap dengan sajadahnya.

[ikhwanesia.com]


Jumat, 10 Agustus 2012

Islamophobia melanda Afrika selatan

KIPASBIS.COM - Seorang pria Muslim dipukuli sampai mati di Afrika Selatan karena memakai jenggot, memicu badai kemarahan atas tanda terbaru Islamophobia di negara ini.



"Dua orang putih ... mereka menyebutnya [Osama] bin Laden dalam Bahasa Afrika karena jenggotnya," kata Anser Mahmood, seorang teman dari orang yang meninggal, kepada kantor beritaSapa News, sebagaimana dilansir oleh onislam.net, 9 Agustus.

"Dan kemudian mereka menyebut kami kafir." 

Mahmood dan temannya Muhammad Fayaaz Kazi, 27, diserang oleh dua orang kulit putih di outlet ayam di Magaliesburg, kota kecil di provinsi Gauteng yang merupakan basis Afrikaner, warga kulit putih keturunan Eropa non-Inggris. 

"Saya bertanya mengapa mereka mengganggu dia dan dia memukul saya," kata Mahmood, 33.
Kazi dipukul pada kepalanya oleh penyerang dan kemudian meninggal di rumah sakit.

"Saya tidak tahu dengan apa dia memukul saya. Saya tak sadarkan diri," kenang Mahmood.
"Tidak ada yang membantu kami. Mereka ingin aku mati juga, Tetapi saya selamat." 
Polisi telah meluncurkan penyelidikan atas pembunuhan orang Muslim ini.

"Setelah membeli makanan dari outlet fast food diduga terjadi argumen  antara Kazi dan dua laki-laki Afrikaner yang tidak dikenal," kata juru bicara polisi Brigadir Thulani Ngubane.

"Hal ini lebih lanjut bahwa dua tersangka mengejek Kazi tentang jenggot yang panjang."
Umat Islam merupakan bagian kecil, yakni 1,5 % dari 49 juta penduduk Afrika Selatan. 

Islamofobia

Pembunuhan mengerikan telah memicu kecaman luas sebagai tanda Islamofobia di negara Afrika ini. 

"Kami mendesak semua anggota komunitas kami untuk menahan diri serat sabar dan untuk mengikuti proses secara normal hukum, agar melakukan tugasnya," kata seorang peneliti muslim,  Ibrahim  Vawda kepada BBC. 

Kelompok advokasi Muslim , Media Review Network,, meminta Menteri Kepolisian Nathi Mthethwa untuk memastikan penyelidikan yang cepat ke dalam pembunuhan itu. 

"Tidak ada tempat dalam masyarakat kami yang beragam bagi mereka yang melakukan rasisme dan intoleransi agama," kata perdana mentri North West, Thandi Modise, dalam sebuah pernyataan. 

Pemerintahan minoritas kulit putih berakhir di Afrika Selatan pada tahun 1994, dengan terpilihnya pemerintah ANC (African National Congress). Hubungan antar ras sebenarnya kurang baik, tapi kekerasan antara kelompok-kelompok ras yang berbeda jarang dilaporkan. 

[Muslimdaily]

Jumat, 03 Agustus 2012

Inilah pertanyaan orang Amerika tentang Islam

Kipasbis.com - Masyarakat Amerika yang pluralistik tampaknya sedang berubah dari yang “bergerombol” menjadi lebih spesifik lagi, terutama terhadap ajaran ideologi. Namun, walaupun Islam adalah agama besar dengan lebih dari 1 milyar pengikut di seluruh dunia dan lebih dari 6 juta di Amerika Serikat, sebagian orang Amerika masih berpikir bahwa Islam adalah kultus.


Sebagian meyakini bahwa semua muslim adalah teroris atau memiliki 4 orang istri. Para aktivis Islam di negeri itu pun sepakat, bahwa hal ini terjadi karena kesalahpahaman orang Amerika tentang Islam, dan itu dipicu karena kurangnya informasi yang benar tentang ajaran Islam.
Inilah daftar pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh orang Amerika selama ini:
1. Apa itu Islam?
2. Siapakah Allah?
3. Siapakah Muslim itu?
4. Siapa Muhammad?
5. Apakah Muslim menyembah Muhammad?
6. Apa Muslim berpikir tentang Yesus?
7. Apakah umat Islam memiliki banyak sekte?
8. Rukun-rukun Islam?
9. Apa tujuan ibadah dalam Islam?
10. Apakah Muslim percaya pada akhirat?
11. Apakah tindakan baik non-Muslim akan sia-sia?
12. Apa batasan pakaian bagi umat Islam?
13. Makanan apa saja yang dilarang dalam Islam?
14. Apa itu Jihad?
15. Apa tahun Islam itu?
16. Apa saja hari besar besar Islam?
17. Apa itu Syariah?
18. Apakah Islam disebarkan oleh pedang (melalui perang)?
19. Apakah Islam mengajarkan kekerasan dan terorisme?
20. Apa itu Fundamentalisme Islam?
21. Apakah Islam mempromosikan poligami?
22. Apakah Islam menindas perempuan?
23. Apakah Islam toleran terhadap agama minoritas lainnya?
24. Apa pandangan Islam tentang: kencan seks pranikah dan aborsi; homoseksualitas dan AIDS; eutanasia dan bunuh diri; transplantasi organ?
25. Bagaimana seharusnya Muslim memperlakukan Yahudi dan Kristen?

(islampos)

Kamis, 26 Juli 2012

Amina wadud, wanita yang nekat jadi imam Jum'at


Tokoh satu ini terbilang muslimah kontroversial. Dia membuat gempar dunia Islam karena pemikirannya membolehkan perempuan menjadi imam dari jamaah campuran kaum adam dan hawa. Dia juga dikenal sebagai pegiat Islam inklusif.
Mary Teasley atau Amina Wadud lahir di Kota Bethesda, Negara Bagian Maryland, Amerika Serikat, pada 25 September 1952. Ayahnya pendeta Methodis dan ibunya keturunan Arab-Afrika. Sejak kecil, dia dibesarkan dalam lingkungan Kristen taat.
Dia kuliah selama lima tahun dari 1970 hingga 1975 di Universitas Pennsylvania dan meraih gelar sarjana sains. Pada 1972, dia memeluk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
Dua tahun kemudian, dia mengganti nama menjadi Amina Wadud untuk memperlihatkan dia telah menjadi muslimah. Pada 1988 dia melanjutkan pendidikan program master bidang Studi Timur Dekat dan meraih gelar Ph.D. Studi Arab dan Islam di Universitas Michigan.
Walau sudah mengantongi ijazah strata tiga, hasrat Amina menimba ilmu masih belum tercukupi. Dia lalu pergi ke Mesir buat mendalami bahasa Arab di Universitas Amerika di Ibu Kota Kairo. Tidak sampai di situ, penjelajahan intelektualnya berlanjut sampai menuntun dia mempelajari tafsir Alquran di Universitas Kairo dan filsafat di Universitas Al-Azhar.
Dia sempat bekerja sebagai asisten profesor di Universitas Islam Internasional Malaysia pada 1989 hingga 1992 dan menerbitkan disertasinya berjudul Quran dan Perempuan: Membaca Ulang Ayat Suci dari Pandangan Perempuan. Penerbitan buku itu dibiayai oleh lembaga nirlaba Sisters in Islam dan menjadi panduan buat beberapa pegiat hak-hak perempuan serta akademisi. Buku itu dilarang beredar di Uni Emirat Arab karena isinya dianggap provokatif dan membangkitkan sentimen agama.
Pada 1992, ibu lima anak dan memiliki tiga cucu ini pindah kerja dan mengisi posisi profesor di bidang Religi dan Filsafat Universitas Persemakmuran Virginia, Amerika, sampai pensiun pada 2008. Selanjutnya dia menjadi dosen tamu di Pusat Studi Religi dan Lintas Budaya Universitas Gadjah Mada, Indonesia, sampai sekarang.
Selama berkarir di dunia pendidikan, Amina dipandang sebagai muslimah feminis dan menganggap dirinya reformis Islam. Dia sering menjadi narasumber dialog seputar kesetaraan gender dalam Islam, pemahaman antar budaya, dan hak asasi.
Kontroversi pemikiran Amina dimulai pada Agustus 1994. Saat itu, dia menjadi khatib dan menyampaikan khotbah Jumat di Masjid Claremont, Cape Town, Afrika Selatan. Hanya segelintir orang mengetahui kejadian itu. Beberapa penentangnya berusaha menyingkirkan dia saat mengajar sebagai dosen di Universitas Persemakmuran Virginia.
Setelah berkhotbah pada 1995, Amina muncul kembali dengan ide mencengangkan banyak pihak pada 18 Maret 2005. Dia menjadi imam shalat Jumat dengan jamaah campuran laki-laki dan perempuan di Synod House, Manhattan, Negara Bagian New York, Amerika Serikat, yang dimiliki Katedral Saint John.
Dia memilih tempat itu lantaran tiga masjid lain menolak permintaannya menggelar shalat Jumat dengan imam perempuan. Aksi itu disponsori oleh Muslim Women Freedom Tour dengan bantuan pegiat perempuan Asra Nomani bertugas mengumpulkan jamaah dari Persatuan Muslim Progressif. Saat itu, jamaah lelaki dan perempuan berdiri dalam satu barisan. Suhaila al-Attar bertindak sebagai pengumandang azan.
Alasan Amina melakukan hal itu lantaran dia ingin mengetuk hati kaum muslim sejagat, yakni tidak ada pemisah di antara mereka. Tidak pelak, hal itu menimbulkan perdebatan di antara kaum muslim. Beberapa pemikir liberal, yakni Gamal al-Banna asal Mesir, Javeed Ahmad Gamidi dari Pakistan, dan Leila Ahmad menyatakan kekagumannya atas ide Amina menjadi imam shalat Jumat.
Kecaman datang dari berbagai ulama, di antaranya Syekh Yusuf Qardhawi. Dia berpendapat walau perempuan bisa menjadi imam shalat dari jamaah wanita bahkan keluarganya, tapi tidak boleh memimpin shalat dari jamaah gabungan. Dalam wawancara di stasiun televisi Aljazeera, Qardhawi menegaskan tindakan Amina itu melanggar ajaran Islam dan sesat.
Amina menerima banyak ancaman pembunuhan setelah memimpin shalat Jumat sehingga dia harus selalu waspada. Bahkan, buat berangkat ke kampus saja dia tidak berani dan kuliahnya disampaikan jarak jauh lewat siaran langsung dari rumahnya. Meski begitu, dia bertekad melanjutkan menyebarkan pemikiran sesatnya itu.
(Fimadani.com)


Rabu, 25 Juli 2012

Sejak awal ramadhan 222 pria dan wanita kuwait masuk Islam


Lajnah Ta'rif bi-Dienil Islam Kuwait melaporkan bahwa sejak awal Ramadhan 1433H sampai hari keempat Ramadhan, sebanyak 222 pria dan wanita telah memeluk Islam di Kuwait. Ratusan muallaf dan muallafah itu berasal dari berbagai kewarga negaraan seperti Filiphina, Singapora, Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, India, Srilangka, Bangladesh, Eropa dan Amerika.
Lajnah Ta'rif bi-Dienil Islam adalah organisasi dakwah yang berkecimpung dalam dunia tenaga kerja asing di Kuwait. Wakil ketua Lajnah Ta'rif bi-Dienil Islam Kuwait, syaikh Abdul Aziz Ad-Du'aij, menyatakan bahwa organisasi dakwah yang dikelolanya pada bulan Ramadhan 1433 H ini menggelar program dakwah dengan tema 'Dakwah adalah tanggung jawab, sampaikanlah dakwah bersama kami!"
"Program dakwah ini bertujuan mengenalkan kepada kaum muslimin secara luas urgensi dan keutamaan dakwah, serta mendorong mereka untuk mengenalkan agama Islam ini kepada orang-orang non muslim dengan cara bijaksana, nasehat yang baik dan mengenalkan kepada mereka pokok-pokok ajaran Islam yang lapang dengan beragam sarana pengumuman yang terang-terangan dan tersebar di setiap tempat. Di antaranya iklan di media massa, siaran radio dan siaran TV. Lajnah kami mempergunakan sarana-sarana tersebut untuk berdakwah dengan menggandeng sejumlah juru dakwah terkenal di Kuwait seperti syaikh Ahmad Al-Qathan." ujar syaikh Abdul Aziz Ad-Du'aij.
Ad-Du'aij menambahkan, "Tujuan pokok organisasi dakwah kami adalah mendakwahi tenaga-tenaga kerja asing di sini melalui dakwah di media massa dan sarana kampanye lainnya yang diterjemahkan ke dalam beragam bahasa non Arab. Termasuk mengeluarkan kaset-kaset ceramah, video-video ceramah, bulletin-buletin dan buku-buku saku dakwah yang didistribusikan selama program yang kami gelar."
Menurut Ad-Du'aij, mushaf Al-Qur'an dan terjemahannya dalam beragam bahasa memiliki andil yang sangat besar bagi banyak muallaf dan muallafah. "Organisasi dakwah kami memfasilitasi hal itu secara materi melalui sumbangan zakat, infak, wakaf dan partisipasi para dermawan. Program ini mendapat respon positip para dermawan dari beragam lapisan masyarakat."
Lajnah Ta'rif bi-Dienil Islam Kuwait mendakwahi para tenaga kerja asing non muslim di Kuwait, memberikan bimbingan keagamaan kepada para muallaf dan muallafah baru, dan memberikan pengajaran Bahasa Arab kepada orang-orang non Arab.
Organisasi dakwah ini memiliki 15 cabang di seluruh Kuwait dan menghimpun 85 juru dakwah Islam yang ahli bahasa asing. Setiap tahun organisasi dakwah ini mendistribusikan lebih dari dua juta mushaf Al-Qur'an dan terjemahannya dalam beragam bahasa dunia, kaset dan video dakwah, bulletin dan buku dakwah kepada pekerja asing non muslim dan kaum muallaf di Kuwait.
[Arrahma]

Senin, 23 Juli 2012

Di mesir, tembakan meriam sebagai tanda berbuka dan sahur


Saat bulan Ramadan di Mesir, orang asing mungkin akan kaget mendengar dentuman meriam setiap dini hari dan sore hari. Meriam ini ternyata adalah penanda waktu sahur dan berbuka di negara tersebut. Jika dirunut, tradisi ini telah bertahan sejak abad ke 14.

Menurut situs Ahram, tradisi ini bermula sejak tahun 1460 pada masa kepemimpinan Sultan Al-Zaher Seif Al-Din Zenki Khashqodom. Dikisahkan, kala itu dia menerima sebuah meriam dari kenalannya seorang Jerman.

Dia kemudian menguji daya tembaknya, tepat saat matahari terbenam dan dikumandangkannya adzan magrib. Kala itu, uji tembak dilakukan saat bulan Ramadan. Warga meyakini bahwa ini adalah cara Sultan memberitahu mereka bahwa waktu berbuka telah tiba.

Menyadari pentingnya tembakan meriam bagi popularitas Sultan, pada cendekiawan dan menteri-menteri lantas mendatanginya. Mereka ingin memintanya untuk meneruskan tembakan meriam pada bulan Ramadan. Namun, Sultan tidak ada di rumah saat itu. Tetamu disambut oleh istrinya, Haja Fatimah.

Oleh Fatimah, pesan para tamu disampaikan kepada suaminya. Sejak itulah, konon, tradisi ini bermula. Meriam penanda sahur dan berbuka ini kemudian dinamakan Haja Fatimah.

Awalnya meriam ditembakkan lengkap dengan pelurunya dari atas benteng kota Kairo. Namun, pada tahun 1859, kota mulai dipenuhi dengan warga, sehingga tembakan hanya menggunakan peluru kosong.
Tradisi ini ternyata juga diadaptasi oleh Suriah pada awal abad ke-19. Lalu menjalar ke negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah.
vivanews

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!