KIPASBIS.COM - Seorang pria Muslim dipukuli sampai mati di Afrika Selatan karena memakai jenggot, memicu badai kemarahan atas tanda terbaru Islamophobia di negara ini.
"Dua orang putih ... mereka menyebutnya [Osama] bin Laden dalam Bahasa Afrika karena jenggotnya," kata Anser Mahmood, seorang teman dari orang yang meninggal, kepada kantor beritaSapa News, sebagaimana dilansir oleh onislam.net, 9 Agustus.
"Dan kemudian mereka menyebut kami kafir."
Mahmood dan temannya Muhammad Fayaaz Kazi, 27, diserang oleh dua orang kulit putih di outlet ayam di Magaliesburg, kota kecil di provinsi Gauteng yang merupakan basis Afrikaner, warga kulit putih keturunan Eropa non-Inggris.
"Saya bertanya mengapa mereka mengganggu dia dan dia memukul saya," kata Mahmood, 33.
Kazi dipukul pada kepalanya oleh penyerang dan kemudian meninggal di rumah sakit.
"Saya tidak tahu dengan apa dia memukul saya. Saya tak sadarkan diri," kenang Mahmood.
"Tidak ada yang membantu kami. Mereka ingin aku mati juga, Tetapi saya selamat."
Polisi telah meluncurkan penyelidikan atas pembunuhan orang Muslim ini.
"Setelah membeli makanan dari outlet fast food diduga terjadi argumen antara Kazi dan dua laki-laki Afrikaner yang tidak dikenal," kata juru bicara polisi Brigadir Thulani Ngubane.
"Hal ini lebih lanjut bahwa dua tersangka mengejek Kazi tentang jenggot yang panjang."
Umat Islam merupakan bagian kecil, yakni 1,5 % dari 49 juta penduduk Afrika Selatan.
Islamofobia
Pembunuhan mengerikan telah memicu kecaman luas sebagai tanda Islamofobia di negara Afrika ini.
"Kami mendesak semua anggota komunitas kami untuk menahan diri serat sabar dan untuk mengikuti proses secara normal hukum, agar melakukan tugasnya," kata seorang peneliti muslim, Ibrahim Vawda kepada BBC.
Kelompok advokasi Muslim , Media Review Network,, meminta Menteri Kepolisian Nathi Mthethwa untuk memastikan penyelidikan yang cepat ke dalam pembunuhan itu.
"Tidak ada tempat dalam masyarakat kami yang beragam bagi mereka yang melakukan rasisme dan intoleransi agama," kata perdana mentri North West, Thandi Modise, dalam sebuah pernyataan.
Pemerintahan minoritas kulit putih berakhir di Afrika Selatan pada tahun 1994, dengan terpilihnya pemerintah ANC (African National Congress). Hubungan antar ras sebenarnya kurang baik, tapi kekerasan antara kelompok-kelompok ras yang berbeda jarang dilaporkan.
[Muslimdaily]













0 komentar:
Posting Komentar