Tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) Jakarta menemukan bangunan mirip piramida dalam Gunung Padang
di Cianjur, Jawa Barat. Lokasinya di bawah tanah situs Megalitikum di Desa Giri
Mukti, Cianjur. Berdasarkan hasil penelitian pencitraan di bawah permukaan
situs Gunung Padang terdapat sebuah bangunan berbentuk tumpukan batu yang
tertata rapi.
Diduga piramida itu merupakan gerbang atau
pintu. Para tim ahli juga menemukan adanya lapisan dengan resistivity ribuan
Ohm-meter berwarna merah dengan tebal sekitar 20 hingga 30 meter miring ke
utara. Hal ini mengindikasikan dari kedalaman 20 meter ke atas merupakan
struktur bangunan yang dibuat manusia. "Kita menduga bahwa di bawah situs
ini ada susunan batuan yang disusun manusia jadi kelihatannya berupa bangunan
bahkan ada chambernya, ruangan-ruangan," tutur Danny Hilman Natawidjadja,
anggota tim peneliti LIPI.
Tim peneliti menggunakan berbagai macam alat
seperti alat geo radar, geol istrik, dan geo magnet. Hari ini, Ahad (24/6),
merupakan penelitian terakhir. Mereka sudah meneliti kawasan itu sejak Kamis
kemarin.
Situs Gunung Padang diperkirakan sangat luas,
terbesar, dan tertua di Indonesia. Ali Akbar, arkeolog mengatakan luas areal
diperkirakan bisa mencapai 15 hektare dari 4000 meter persegi pada saat ini.
"Berdasarkaung, tidak hanya teras tapi sekelilingnya. Itu struktur
semua," jelas Ali.
Penelitian keberadaan situs Megalitikum ini membutuhkan waktu cukup lama. Tim memperkirakan penelitian situs Megalitikum Gunung Padang diperlukan waktu sekitar 10 hingga 20 tahun.
Selain itu Juga ditemukan struktur high
resistivity, batuan keras, yang berbentuk seperti cekungan atau “cawan
raksasa”. "Posisi cawan ini kira-kira sekitar 100 meter dari puncak atau
setara dengan level tempat parkir di permulaan tangga untuk naik ke
situs." Tim juga kemudian melakukan survei geolistrik 3-D di atas situs
yang dimaksudkan untuk mendapatkan sub-surface structure yang lebih detil
sampai kedalaman 25 meteran. Survey 3-D berhasil meng-iluminasi struktur di
bawah situs dengan baik. "Salah satu hasil yang membuat kami terperangah
adalah kenampakan tiga tubuh “very-high resistivity”." Dalam konteks-nya
dengan struktur disekitarnya yang paling mungkin adalah merupakan ruang kosong
atau chamber. Dimensi chamber tersebut kelihatannya sangat besar. Ada satu yang
kira-kira berukuran 10x10x10 meter. Hasil survei geomagnet juga memperlihatkan
ada anomali magnetik yang tinggi di beberapa lokasi. Salah satunya yang besar
terletak persis disamping struktur yang diduga chamber besar. "Anomali
magnetik tinggi bisa berasosiasi dengan timbunan barang-barang terbuat dari
bahan metal atau logam." Hasil sementara analisis carbon radiometric
dating dari banyak serpihan arang yang ditemukan di kedalaman sekitar 3,5
meter, menunjukkan umur carbon dating sekitar 5.500 tahun lalu yang kalau
dikonversikan ke umur kalender adalah sekitar 6.700 tahun BP atau sekitar 4.700
SM.
(cybernews/eocommunity)













0 komentar:
Posting Komentar