Senin, 25 Juni 2012

Bangunan piramida di temukan di gunung padang

Tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta menemukan bangunan mirip piramida dalam Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Lokasinya di bawah tanah situs Megalitikum di Desa Giri Mukti, Cianjur. Berdasarkan hasil penelitian pencitraan di bawah permukaan situs Gunung Padang terdapat sebuah bangunan berbentuk tumpukan batu yang tertata rapi.

Diduga piramida itu merupakan gerbang atau pintu. Para tim ahli juga menemukan adanya lapisan dengan resistivity ribuan Ohm-meter berwarna merah dengan tebal sekitar 20 hingga 30 meter miring ke utara. Hal ini mengindikasikan dari kedalaman 20 meter ke atas merupakan struktur bangunan yang dibuat manusia. "Kita menduga bahwa di bawah situs ini ada susunan batuan yang disusun manusia jadi kelihatannya berupa bangunan bahkan ada chambernya, ruangan-ruangan," tutur Danny Hilman Natawidjadja, anggota tim peneliti LIPI.




Tim peneliti menggunakan berbagai macam alat seperti alat geo radar, geol istrik, dan geo magnet. Hari ini, Ahad (24/6), merupakan penelitian terakhir. Mereka sudah meneliti kawasan itu sejak Kamis kemarin.

Situs Gunung Padang diperkirakan sangat luas, terbesar, dan tertua di Indonesia. Ali Akbar, arkeolog mengatakan luas areal diperkirakan bisa mencapai 15 hektare dari 4000 meter persegi pada saat ini. "Berdasarkaung, tidak hanya teras tapi sekelilingnya. Itu struktur semua," jelas Ali.

Penelitian keberadaan situs Megalitikum ini membutuhkan waktu cukup lama. Tim memperkirakan penelitian situs Megalitikum Gunung Padang diperlukan waktu sekitar 10 hingga 20 tahun.

Selain itu Juga ditemukan struktur high resistivity, batuan keras, yang berbentuk seperti cekungan atau “cawan raksasa”. "Posisi cawan ini kira-kira sekitar 100 meter dari puncak atau setara dengan level tempat parkir di permulaan tangga untuk naik ke situs." Tim juga kemudian melakukan survei geolistrik 3-D di atas situs yang dimaksudkan untuk mendapatkan sub-surface structure yang lebih detil sampai kedalaman 25 meteran. Survey 3-D berhasil meng-iluminasi struktur di bawah situs dengan baik. "Salah satu hasil yang membuat kami terperangah adalah kenampakan tiga tubuh “very-high resistivity”." Dalam konteks-nya dengan struktur disekitarnya yang paling mungkin adalah merupakan ruang kosong atau chamber. Dimensi chamber tersebut kelihatannya sangat besar. Ada satu yang kira-kira berukuran 10x10x10 meter. Hasil survei geomagnet juga memperlihatkan ada anomali magnetik yang tinggi di beberapa lokasi. Salah satunya yang besar terletak persis disamping struktur yang diduga chamber besar. "Anomali magnetik tinggi bisa berasosiasi dengan timbunan barang-barang terbuat dari bahan metal atau logam." Hasil sementara analisis carbon radiometric dating dari banyak serpihan arang yang ditemukan di kedalaman sekitar 3,5 meter, menunjukkan umur carbon dating sekitar 5.500 tahun lalu yang kalau dikonversikan ke umur kalender adalah sekitar 6.700 tahun BP atau sekitar 4.700 SM.


(cybernews/eocommunity)

0 komentar:

Posting Komentar

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!