E N E R G I
A.
Pendahulan
Perkembangan zaman dan
kemampuan berfikir manusia dalam menciptkan tekhnologi memungkinkan kehidupan
manusia bisa menjadi lebih baik, mudah, dan nyaman. Keberadaan alat seperti TV,
kulkas, mobil, computer, listrik dan lain sebagainya, disamping kemudahan yang
di dapatkan juga akan berakibat negative terhadap lingkungan dan juga manusia
sendiri di akibatkan penggunaan yang berlebihan dan juga dapat meningkatkan
kebutuhan energy untuk seumber daya tekhnologi tersebut.
Seiring dengan perkembangan
zaman, disamping itu perkembangan industry juga tumbuh pesat di sekitar
lingkungan manusia, akibat dari perkembangan industri yang semakin pesat maka
semakin banyak energy yg di butuhkan untuk menunjang perkembangan dari industry
tersebut dan juga limbah yang di hasilkan.
Sejak awal tahun 1960-an,
dunia industri mulai peduli pada masalah lingkungan Kondisi ini semakin
meningkat seiring merebaknya persoalan lingkungan yang cukup signifikan menarik
perhatian dunia internasional seperti pemanasan global ataupun perubahan iklim.
Kesepakatan-kesepakatan internasional antar Negara dibuat dengan tujuan
“memperbaiki” persoalan-persoalan lingkungan tersebut
Lingkungan industri, saat ini
juga mulai menggalakkan perlunya environmental
friendly bagi rantai pasoknya. Beberapa contoh dapat diketengahkan di
antaranya, Epson Industry Indonesia menerapkan kebijakan “Green Purchase” yang memaksa para
pemasoknya untuk memiliki sistem manajemen lingkungan yang baik. Astra
International mengembangkan “Astra
Green Company” untuk memastikan anak-anak perusahaannya memiliki sistem
manajemen lingkungan yang efektif. Kebijakan yang sama pun diterapkan pada
perusahaan-perusahaan lainnya.
Menyikapi kondisi di atas, sebagai bagian untuk memenuhi
tuntutan keamanan lingkungan dan sekaligus sebagai bagian dari tanggung
jawab sosial, perusahaan-perusahaan perlu mengembangkan dan mengelola system manajemen
lingkungan. Sistem manajemen lingkungan merupakan bagian dari sistem manajemen
organisasi yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan mengenai
lingkungan dan juga sebagai panduan bagi organisasi dalam mengelola aspek
lingkungannya.
B. Permasalahan
Di Indonesia Kebutuhan energy yang
paling banyak di butuhkan adalah di sektor
industry, hasil statistik memaparkan bahwa bidang industry membutuhkan
40% total konsumsi energy, transportasi 30%, sector rumah tangga 20% dan sector
komersial 10%. Ini menjelaskan bahwa perlu perhatian khusus untuk menangani
pemborosan energy yg di lakukan oleh industry. Walaupun efisiensi energi pada
sektor industri terus mengalami perkembangan dan perbaikan dalam beberapa tahun
terakhir, namun masih terdapat banyak potensi pemborosan energi yang dilakukan.
Industri menggunakan energi dalam jumlah besar baik untuk unit proses
seperti pengolahan, manufaktur, pengemasan maupun untuk unit utilitas
pendukungnya.
Jenis energi yang digunakan pada
umumnya adalah energi fosil seperti minyak bumi, gas dan batu bara. Karena
jenis dan tipe industri sangat beragam, maka efisiensi energi sangat bergantung
pada peralatan dan teknologi yang digunakan untuk proses produksi tersebut, dapat
di katakana bahwa sector industri sangat berpengaruh besar untuk kerusakan
lingkungan dan juga penggunaan sumber daya alam secara berlebihan.
Semakin hari sector industry
semakin banyak berkembang secara pesat, namun di balik perkembangan industri
yang semakin banyak terjadi kendala akibat sumber daya (energy) yang terus
berkurang. Secara umum pemborosan energi banyak di lakukan oleh manusia sekitar
80% sedangkan 20% nya adalah factor dari peralatan
Beberapa
factor yang dapat mempengaruhi lingkungan akibat penyalahgunaan energy dan
management yg salah.
1.
Pemborosan Energy
Listrik (factor manusia)
Pemborosan
energy listrik yang di lakukan oleh industry, terutama industry besar yaitu
sperti penggunaan AC yang berlebihan, dan juga menggunakan bahan elektronik
secara berlebihan, hal ini mengakibatkan kebutuhan energy semakin meningkat di
bandingkan dengan ketersedian energy (sumber daya) di bumi yang semakin menurun
2.
Pembuangan bahan sisa
(limbah)
Limbah adalah buangan yang
dihasilkan dari suatu proses produksi (sampah) yang kehadiran nya pada suatu
tempat dapat merusak lingkungan sekitar, tidak hanya lingkungan, hasil
pembuangan sampah tersebut juga menimbulkan bau serta gangguan yang dapat di
alami oleh masyarakat setempat
3.
Polusi udara (Cerobong
asap, asap kendaraan, dll)
Selain kerusakan lingkungan akibat limbah dan
pemborosan energy, suatu industry juga akan menghasilkan polusi udara yang di
akibatkan dari hasil pembakaran yang di buang melalui cerobong, hal ini tentu
saja berdampak besar bagi kelangsungan makhluk hidup di sekitar dan juga
berpangaruh besar terhadap isu global warming.
4.
Penggunaan mesin yang
tidak sesuai standar (factor mesin)
Terkadang pihak perusahaan
tidak terlalu memikirkan standar dari mesin atau peralatan yang di gunakan
untuk operasional, banyak di antara mesin yang sudah tua, hal ini mempunyai
efek terhadap pemakaian energy, semakin tua suatu mesin maka penggunaan energy
akan semakin besar, di akibatkan kondisi mesin yang terlalu di paksakan untuk
berkerja
C. penyebab masalah
Setiap apapun yang terjadi di muka bumi ini tidak semua bisa
di sebbakan oleh factor alam, namun di lain pihak kerusakan dan pencemaran
lingkungan sepenuhnya dapat di katakan akibat dari perbuatan manusia itu
sendiri.
Berbagai industry selain
menghasilkan produk yang di butuhkan manusia juga menghasilkan buangan atau
limbah serta juga pemborosan energy yang di keluarkan setiap harinya, sehingga
apabila ini terus terjadi dalam waktu jangka yang panjang akan mengakibatkan terancam
nya kehidupan manusia seperti kehabisan bahan dasar energi dan juga kerusakan
lingkungan lain nya.
Ada
dua faktor yang memicu kerusakan
lingkungan, yaitu :
1.
Manusia
Manusia sebagai pemegang kontrol terhadap setiap aktifitas
bisa dikatkan menjadi penyebab utama atas kerusakan yang terjadi di muka bumi.
Banyak factor-faktor kerusakan akibat kelalian yang di
lakukan oleh manusia, baik itu di dalam kehidupan sehari-hari maupun di dalam
suatu pekerjaan. Dalam penggunaan energy manusia sering tidak menghiraukan
hal-hal sepele yang di anggap tidak berpengaruh terhadap energy bumi, contohnya
antara lain
a. Sering menghidupkan peralatan elektronik secara terus
menerus tanpa henti
b. Di perkantoran kebanyakan kantor sering membiarkan karyawan
nya menggunakan peralatan kantor bukan untuk keperluan perkantoran
c. Menggunakan kendaraan secara berlebihan (pemborosan minyak)
d. Kebiasaan manusia yang tidak menetap dan pemborosan minyak
kendaraan
e. Pada saat sekarang semakin banyak warung kopi di aceh
khususnya dapat menimbulkan penggunaan listrik secara berlebihan.
f. Kurang nya kesadaran diri dan kurang ketatnya peraturan
management di suatu perkantoran atau industry.
Dalam hal limbah atau
polusi
a. Dengan semakin banyak nya kendaraan, semakin tinggi pula
energy yang di habiskan dan semakin banyak timbul polusi udara.
b. Limbah rumah tangga memicu terjadi nya banjir dan bau
c. Limbah industry juga akan merusak lingkungan sekitar
2.
Faktor Mesin
Selain managerial dari manusia,
dampak kerusakan lingkungan dan pemborosan energy juga di akibatkan oleh
peralatan. Ini di sebabkan masih adanya pengoperasian perlatan yang sudah tidak
layak pakai, untuk keadaan mesin yang sudah tua sehingga dari mesin tersebut
akan menimbulkan kebisingan, dan juga energy tambahan.
D. Penanggulangan Masalah
Dari sedikit uraian di atas dapat di simpulkan bahwa
sebagian besar masalah terjadi di karenakan kurang nya kesadaran diri untuk
menghemat dan menjaga lingkungan sekitar.
Ada beberapa cara penenggulangan masalah energi untuk
menjaga dan melindungi bumi dari kerusakan, antara lain :
Factor
manusia
a. Membentuk perilaku dan kebiasaan diri untuk menggunakan
listrik saat diperlukan, secara bergantian, dan tidak berlebihan.
b. Mematikan televisi, komputer atau lampu jika sudah tidak
digunakan.
c. Mengefesiensikan pemakaian energy di tempat-tempat umum seperti
pemotongan jam buka tempat umum (warung kopi, pertokoan, dll)
d. Pemerintah meyediakan fasilitas kendaraan umum massal secara
efektif dan efisien
e. Mengembangkan dan melakukan penelitian untuk energi
alternatif, misalnya energi biodiesel.
f. Pendidikan pengetahuan lingkungan
g. Manajemen Energi
Faktor mesin
a. Menggunakan alat rumah tangga atau kantor yang bersifat hemat
energi dan ramah lingkungan
b. Subtitusi peralatan yang sudah tidak layak di pergunakan
c. Menjaga mesin agar tetap bagus dan lancer
Pemanfaatan limbah dan energy bumi
Untuk penanggulangan limbah di khususkan terhadap management
yang baik untuk penanggulangan pembuangan limbah akhir serta juga bisa
memanfaatkan energy alternatif, ada beberapa hal yang bisa di lakukan, antara
lain :
a. Energy biogas
Limbah-limbah
yang sudah tidak di perlukan lagi masih bisa di lakukan daur ulang untuk
keperluan lain, seperti energy biogas untuk keperluan memasak.
b. Sollar cell
Yaitu energy yang di dapatkan dari pemanfaatan panas
matahari untuk keperluan sehari hari, seperti menghidupkan lampu, dan lain
sebagainya, sehingga dapat menghemat energi dari minyak bumi dan listrik.
c. Pemanfaatan energi dari angin
Selain matahari, masih banyak yang bisa di lakukan oleh
manusia untuk keperluan sehari-hari yang di dapati dari energi alternative lain,
yaitu energi angin untuk mendapatkan energi dari hembusan angin. Contohnya
sperti kincir angin.
d. Pemanfaatan air untuk energi
Energi ini di
gunakan pada air yang sedang mengalir, yaitu dengan cara memutar roda dengan
dorongan aliran air sehingga bisa memberikan energi untuk keperluan
menggantikan litsrik, contoh kincir air.
E. Kesimpulan
Untuk
menjawab pertanyaan 5 W 1 H dari uraian di atas maka dapat di simpulkan bahwa :
1. Apa Masalah
Semakin hari bumi semakin terasa panas dan energi yang
tersimpan dari dalam bumi etrus terkuran, akibatnya untuk masa yang akan datang
akan timbul masalah yang di sebabkan oleh pemborosan dan perusakan lingkungan
yang terjadi akibat kelalaian manusia pada zaman skrg ini.
2. Mengapa terjadi
Semua yang terjadi di akibatkan oleh kelalaian dari manusia
yg menjadi tokoh utama mengatur keberlangsungan kehidupan di bumi, akibat dari
pemborosan energi serta kerusakan lingkungan akibat polusi dan limbah, energi
yang terus di ambil tidak dapat di perbaharui kembali.
3. Siapa penyebab
Ada dua factor yang menjadi penyebab :
A.
Manusia 80%\
B.
Mesin 20%
4. Kapan
Kerusakan lingkungan terjadi di saat manusia telah
kehilangan kesadaran untuk melindungi bumi dari kerusakan akibat ulah manusia
yang terus melakukan hal-hal yang terlihat sepele ( boros energi) dan
(management industry yang kurang professional) yang akan berakibat fatal untuk
kedepan nya
5. Dimana
Industri dan juga dalam kehidupan sehari-hari dalam
melakukan kegiatan.
6. Bagaimana cara penanggulangan nya
Untuk mengetahui cara penanggulangan nya di kembailkan
kembali kepada daya piker manusia tersebut berusaha mencari ide kreatif untuk
energi alternative yang bisa di pergunakan mengganti energi bumi yang terus
berkurang dan tidak bisa di perbaharui kembali.
Selain itu perlunya melakukan upaya penyadaran dan kesadaran
diri bagi setiap individu untuk melakukan hal yang berguna tanpa menguras
energi dari bumi.












0 komentar:
Posting Komentar