Kipasbis - Hatem Ben Arfa memiliki catatan kelam dalam kisah hidupnya
ketika melakukan pencarian terhadap Islam. Gelandang serang Newcastle United
itu mengungkapkan, ia hampir bergabung dengan kelompok agama yang radikal.
Yang dimaksudnya dengan radikal adalah menjadi pengikut
gerakan sufi di Kota Lyon ketika masih memperkuat klub tersebut. Ia merintis
karier sejak bergabung dengan Lyon junior pada 2002 hingga 2008, sebelum pindah
ke Marseille hingga hijrah ke Liga Primer Inggris dua tahun lalu.
Ketika dalam kebimbangan, Ben Arfa
sempat bergabung dengan kelompok itu dan mendapat indoktrinasi hingga
"hampir terputus dari seluruh dunia." Ben Arfa remaja melakukan itu
lantaran merasa tidak dicintai ayahnya hingga harus melakukan pelarian demi
mendapatkan kasih sayang dari pihak lain.
Bintang Les Bleus keturunan Tunisia,
kelahiran Paris itu mengatakan kepada surat kabar Prancis L'Equipe: "Ayah
tidak pernah mencintai saya dan saya dianggap sebagai anak bermasalah."
Karena itu, pencarian Islam
mengantarkannya kepada kelompok Islam ekstrem. Ia dipaksa untuk mencium kaki
salah seorang sheikh, pimpinan para sufi.
Namun karena egonya memberontak, ia
tidak membiarkan keadaan itu terus membelenggunya. "Saya memang rentan
waktu itu, tapi saya memiliki idealisme terhadap agama," kata Ben Arfa.
"Saya memilih menjadi pengikut Islam moderat saja." (republika)













0 komentar:
Posting Komentar