![]() |
Empat
Muslim ditembak mati oleh pasukan 'keamanan' Ethiopia saat pasukan 'keamanan'
menyerbu Masjid di ibukota Addis Ababa untuk mengganggu jalannya program bakti
sosial di kota itu yang disebut program Sodaqoh (sedekah), dilansir Onislam, Ahad (15/7/2012).
Sumber mengatakan kepada Onislam bahwa polisi federal Ethiopia menyerbu
halaman Masjid Awolia pada Jum'at (13/7) dan menyerang para relawan Muslim di
dalam Masjid.
Pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan
memukuli kaum Muslimin di dalam Masjid, menurut sumber itu. Setidaknya
empat Muslim dilaporkan meninggal dunia akibat serangan, sementara beberapa
lainnya mengalami luka-luka.
Hari Jum'at itu, para relawan Muslim sedang
mempersiapkan makanan dan minuman untuk dibagi-bagikan kepada orang yang tidak
mampu yang akan digelar pada hari Ahad kemarin. Saksi mata membenarkan
kebrutalan polisi Ethiopia itu saat menyerang kaum Muslimin di dalam
Masjid.
"Mereka merusak pintu dan masuk serta mulai menembaki kaum
Muslimin," kata Ahmedin Jebel, mewakili komunitas Masjid, kepada Bloomberg.
"Banyak yang diserang dan mereka
(polisi) menangkap hampir semua yang ada di sana," tambah Jebel.
Seusai adzan, lanjut Jebel, Muslim yang
berkumpul di sana terlibat bentrokan dengan polisi untuk membalas serangan
brutal mereka.
Kemudian, polisi menutup semua jalan ke
Masjid Awolia dari semua arah.
Ribuan Muslim Ethiopia yang mendengar insiden
itu berdatangan menuju salah satu Masjid yang terbesar di ibukota, pada hari
Sabtu (14/7). Mereka mendengar seruan yang terdengar dari menara Masjid yang
menyerukan bahwa situasi bahaya dan genting sedang terjadi terhadap Muslim.
Ribuan Muslim, kata Jebel, berkumpul di
Masjid di daerah Mercato untuk menuntut pembebasan mereka yang ditahan.
Muslim Ethiopia adalah minoritas di negara
yang mayoritas Kristen itu, mereka sering didiskriminasi oleh otoritas
Ethiopia. Contohnya saja Muslim dari kelompok Salafi, mereka disebut
'ekstrimis' oleh pemerintah.
[Arrahma]













0 komentar:
Posting Komentar