![]() |
| Gambar ilustrasi |
Al-Quds-
Hasil kajian yang dilakukan lembaga Wakaf dan Peninggalan Al-Aqsha Yayasan yang
bekerja sama dengan lembaga kemakmuran Masjid Al-Aqsha dan tempat suci lainya
menyebutkan, Israel berupaya menerapkan realitas baru terhadap Masjid Al-Aqsha
dengan mengintensifkan keberadaan bangsa Yahudi di sekitar Al-Aqsha tiap
harinya, melalui tiga dimensi aksi.
Pertama
mereka mengintensivekan serbuan kelompok permukiman dan imigran yahudi ke
Al-Aqsha hampir tiap hari untuk melakukan ritual keagamaan Talmud mereka.
Kedua
mengintensivekan serbuan tentara Zionis yang memakais pakaian lengkap
dinas militer ke Al-Aqsha.
Ketiga
Dengan mengintensivkan penyerbuan tim intel
di sejumlah bangunan sekitar Masjid Al-Aqsha.
Peningkatan
Esksistensi Yahudi
Sumber
menyebutkan, Israel berupaya meningkatkan eksistensi bangsa yahudi di Al-Aqsha,
terutama di waktu pagi hari. Sekitar 450 pemukim Zionis tiap bulan menyerbu
al-Aqsha. Sementara tim intel dan tentara dinas Israel menyerbu Al-Aqsha tiap
bulanya tak kurang dari 300 personel. Secara rutin mereka mengunjungi Al-Aqsha
yang tentu mengharuskan bangsa Palestina hati-hati dan waspada terhadap
kemungkinan yang bisa saja terjadi, seperti penetapan tanpa ada pengumuman
sebelumnya, membagi Al-Aqsha menjadi dua bagian, bagi kaum muslimin dan
yahdudi.
Ia
menambahkan, mengorganisir ratusan jema’ah shalat di Al-Aqsha setiap shubuh dan
puluhan ribu kaum muslimin pada acara-acara pekanan mapun tahunan melalui
program perjalanan Al-Bayariq sangat diperlukan, demi menjaga Masjid Al-Aqsha
dari setiap serbuan Zionis yang dilakukan hampir tiap hari. Program Al-Bayariq
ini suatu kewajiban yang bisa dilakukan saat ini demi menjaga eksistensi
Al-Aqsha.
Namun
dalam pada itu, lembaga ini melalui pernyataan persnya, Rabu 11/7) mengkhawatirkan
rencana Zionis yang sangat berbahaya dan terus mengalami kemajuan dalam
meyahudikan Al-Aqsha. Pada saat yang sama, ia menolak mentah-mentah kunjungan
tentara ataupun warga sipil yahudi walau hanya seorang ke dalam wilayah Masjid
Al-Aqsha.
Serbuan
Lembaga
Al-Aqsha menyebutkan, sejumlah serbuan yang dilakukan kelompok permukiman
Israel pada semester pertama tahun 2012 mencapai 2722. Sama dengan jumlah
serbuan mereka pada semester pertama tahun 2011, atau sekitar 450 yahudi satu
bulanya. Adapun serbuan tentara Zionis yang memakai pakian dinas militernya
mencapai 1953 personel pada semester pertama tahun 2012 atau sekitar 300
personel tiap bulanya. Sementara pada tahun 2011 hanya mencapai 50 personel
saja. Serbuan militer dan intel yahudi memasuki Al-Aqsha dimulai sejak
intifadah Al-Aqsha tahun 2000.
Realitas
Baru
Bentuk
serbuan Zionis ke Al-Aqsha dalam rentang satu setengah tahun terakhir mengalami
perubahan. Setelah mereka melakukan serbuan ke Al-Aqsha pada musim-musim
tertentu saja, semisal perayaan yahudi. Maka pada beberapa bulan terakhir,
mengalami perubahan. Mereka melakukan penyerbuanya hampir tiap hari, walau
jumlah personelnya tidak begitu banyak. Namun kunjungan saat hari raya Yahudi
jumlanya semakin banyak. Apalagi saat perayaan hari nasional yahudi jumlahnya
tumpah ruah.
Intensitas
ritual keagamaan secara massal di Masjid Al-Aqsha semakin banyak, didukung
dengan propaganda media yang meliput kegiatan tersebut yang diikuti oleh
sejumlah pejabat, tokoh masyarakat atau para pemimpin agama mereka.
(infopalestina)













0 komentar:
Posting Komentar