Minggu, 15 Juli 2012

3 aksi Israel meyahudikan Al-Quds


Gambar ilustrasi
Al-Quds- Hasil kajian yang dilakukan lembaga Wakaf dan Peninggalan Al-Aqsha Yayasan yang bekerja sama dengan lembaga kemakmuran Masjid Al-Aqsha dan tempat suci lainya menyebutkan, Israel berupaya menerapkan realitas baru terhadap Masjid Al-Aqsha dengan mengintensifkan keberadaan bangsa Yahudi di sekitar Al-Aqsha tiap harinya, melalui tiga dimensi aksi.

Pertama
mereka mengintensivekan serbuan kelompok permukiman dan imigran yahudi ke Al-Aqsha hampir tiap hari untuk melakukan ritual keagamaan Talmud mereka. 

Kedua
mengintensivekan serbuan tentara Zionis yang memakais pakaian lengkap dinas militer ke Al-Aqsha. 

Ketiga
Dengan mengintensivkan penyerbuan tim intel di sejumlah bangunan sekitar Masjid Al-Aqsha.

Peningkatan Esksistensi Yahudi
Sumber menyebutkan, Israel berupaya meningkatkan eksistensi bangsa yahudi di Al-Aqsha, terutama di waktu pagi hari. Sekitar 450 pemukim Zionis tiap bulan menyerbu al-Aqsha. Sementara tim intel dan tentara dinas Israel menyerbu Al-Aqsha tiap bulanya tak kurang dari 300 personel. Secara rutin mereka mengunjungi Al-Aqsha yang tentu mengharuskan bangsa Palestina hati-hati dan waspada terhadap kemungkinan yang bisa saja terjadi, seperti penetapan tanpa ada pengumuman sebelumnya, membagi Al-Aqsha menjadi dua bagian, bagi kaum muslimin dan yahdudi.

Ia menambahkan, mengorganisir ratusan jema’ah shalat di Al-Aqsha setiap shubuh dan puluhan ribu kaum muslimin pada acara-acara pekanan mapun tahunan melalui program perjalanan Al-Bayariq sangat diperlukan, demi menjaga Masjid Al-Aqsha dari setiap serbuan Zionis yang dilakukan hampir tiap hari. Program Al-Bayariq ini suatu kewajiban yang bisa dilakukan saat ini demi menjaga eksistensi Al-Aqsha.

Namun dalam pada itu, lembaga ini melalui pernyataan persnya, Rabu 11/7) mengkhawatirkan rencana Zionis yang sangat berbahaya dan terus mengalami kemajuan dalam meyahudikan Al-Aqsha. Pada saat yang sama, ia menolak mentah-mentah kunjungan tentara ataupun warga sipil yahudi walau hanya seorang ke dalam wilayah Masjid Al-Aqsha.

Serbuan
Lembaga Al-Aqsha menyebutkan, sejumlah serbuan yang dilakukan kelompok permukiman Israel pada semester pertama tahun 2012 mencapai 2722. Sama dengan jumlah serbuan mereka pada semester pertama tahun 2011, atau sekitar 450 yahudi satu bulanya. Adapun serbuan tentara Zionis yang memakai pakian dinas militernya mencapai 1953 personel pada semester pertama tahun 2012 atau sekitar 300 personel tiap bulanya. Sementara pada tahun 2011 hanya mencapai 50 personel saja. Serbuan militer dan intel yahudi memasuki Al-Aqsha dimulai sejak intifadah Al-Aqsha tahun 2000.

Realitas Baru
Bentuk serbuan Zionis ke Al-Aqsha dalam rentang satu setengah tahun terakhir mengalami perubahan. Setelah mereka melakukan serbuan ke Al-Aqsha pada musim-musim tertentu saja, semisal perayaan yahudi. Maka pada beberapa bulan terakhir, mengalami perubahan. Mereka melakukan penyerbuanya hampir tiap hari, walau jumlah personelnya tidak begitu banyak. Namun kunjungan saat hari raya Yahudi jumlanya semakin banyak. Apalagi saat perayaan hari nasional yahudi jumlahnya tumpah ruah.

Intensitas ritual keagamaan secara massal di Masjid Al-Aqsha semakin banyak, didukung dengan propaganda media yang meliput kegiatan tersebut yang diikuti oleh sejumlah pejabat, tokoh masyarakat atau para pemimpin agama mereka.

(infopalestina)

0 komentar:

Posting Komentar

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!