Minggu, 15 Juli 2012

Mata uang Aceh (1947-1949)


Bagian yang paling utara dari Sumatera adalah Provinsi Aceh, salah satu daerah yang memiliki status otonomi khusus yang secara resmi diakui oleh hukum sejak tahun 2001. Ibu kota Aceh adalah Banda Aceh, yang dahulu bernama Koetaradja (Kutaraja).

Setelah Jepang menyerah pada 1945, Belanda tidak pernah bisa mendapatkan kembali kekuasaan mereka di Aceh karena perlawanan sengit lokal. Ketika Belanda secara resmi hengkang pada tahun 1949, Aceh menjadi bagian dari Republik Indonesia yang baru.
Dalam rangka mendukung sistem moneter lokal, beberapa isu uang kertas diproduksi selama periode revolusioner dari 1945-1949. Berikut ini beberapa contoh uang kertas yang dikeluarkan oleh Otoritas perdagangan lokal di Koetaradja tahun 1947-1949.
50 Sen, Koetaradja, September 15, 1947 (KUKI H-622)
Nomor seri: 2 karakter – huruf kapital – dan 5 nomor
Signatur:
Peng. Oeang Negara keresidenan Aceh – A. Muid
Residen Aceh – M. Daud Sjah
Perw. Bank Negara Koetaradja – Tidak Diketahui

1 Rupiah, Koetaradja, September 15, 1947 (KUKI H-623)

Nomor seri:
2 karakter – huruf kapital – dan 5 nomor
3 karakter – 1 dan 2 huruf, 3 huruf kecil dan selalu ‘a’ – dan 5 nomor
Signatur:
Peng. Oeang Negara keresidenan Aceh – A. Muid
Residen Aceh – M. Daud Sjah
Perw. Bank Negara Koetaradja – Tidak Diketahui


5 Rupiah, Koetaradja, 15 Januari 1948 (Kuki H-627)


10 Rupiah, Koetaradja, Januari 15, 1948 (KUKI H-628)

Nomor seri: 2 karakter – kapital, hanya ‘SI’ & ‘ZQ’ yang diketahui – dan 5 nomor.
Signatur: Residen Aceh – M. Daud Sjah

*dua bulatan hitam terjadi karena uang robek

(Iloveaceh.blog.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!