Sejumlah anggota Majelis Agama
Islam dan Adat Melayu Terengganu, Malaysia, berkunjung ke Banda Aceh untuk
mempelajari penerapan syariat Islam di provinsi ini.
Dalam lawatan persahabatan yang
diterima Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada Jumat (13/7), Majelis Agama dan
Adat Melayu menyebutkan mereka tertarik untuk mempelajari implementasi syariat
Islam di Aceh. Mereka juga menanyakan soal pelaksanaan hukum cambuk yang
dikenakan kepada yang divonis melanggar hukum Islam.
Selain itu, rombongan Majelis Agama
dan Adat Melayu Terengganu yang dipimpin Dato Senara Muda Daro Haji Mazlan bin
Hasyim juga bertujuan untuk mempererat jalinan silaturrahmi antara Aceh dengan
Malaysia.
Dato Haji Mazlan sangat berharap
Aceh penjadi kiblat sekaligus menjadi pusat pendidikan Islam di Asia Tenggara.
Karena menurutnya, penerapan hukum Islam di negara lain, termasuk Malaysia
telah mengalami banyak pergeseran nilai.
“Kami menilai hanya di Aceh yang
penerapan Islamnya masih murni,” ujar Dato Haji Mazlan.
Dalam pertemuan tersebut, Dato Haji
Mazlan beserta rombongan juga menanyakan kepada Wakil Gubernur Aceh mengenai
strategi Pemerintah Aceh dalam menjaga kaidah budaya dan keislaman sehingga
tidak disusupi oleh aliran sesat.
Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf
menjelaskan, fungsi hukum adat di Aceh telah menyatu dalam setiap sendi
kehidupan masyarakat Aceh. Sehingga adat, budaya, dan kaidah keislaman dapat
terjaga dengan baik. Tugas tuha peuet, keuchik, imum mukim, dan perangkat
gampong lainnya juga berfungsi dengan baik. Mereka yang menjadi filter setiap
aliran baru yang masuk ke masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, Wagub
juga menjelaskan tentang fungsi meunasah di Aceh selain sebagai tempat
beribadah juga sebagai tempat-tempat pendidikan ilmu agama, seperti tempat
pengajian dan sekolah pendidikan ilmu keagamaan sekaligus tempat bermusyawarah
masyarakat gampong dalam setiap agenda keagamaan maupun kemasyarakatan.
Muzakir menjelaskan, saat ini Aceh
memiliki sekitar 3.773 masjid yang berada di seluruh Aceh. Hingga saat ini
pemerintah Aceh terus berupaya untuk meningkatkan dan mensejahterakan rakyat
Aceh. Selain itu pemerintah Aceh juga berkomitmen untuk memelihara
infrastruktur masjid, meunasah, dan dayah atau pondok pesantren yang ada di
seluruh Aceh.
(acehkita)













0 komentar:
Posting Komentar