Jumat, 07 September 2012

Fakta kasus "terorisme" densus 88 yang selama ini sembunyikan

KIPASBIS | Stempel "Teroris" selalu diidentikkan dengan Islam dengan para aktifisnya. Sedangkan ketika berbagai macam tindak kriminal yang di lakukan oleh penguasa dunia "katanya" seperti Amerika dan antek-antek yahudi laknatullah mereka anggap bak pahlawan yang siap membela yang benar dan membela HAM, bersetan dengan HAM, dengan HAM mereka memporak porandakan Aqidah Islam, HAM hanya untuk orang tinggi, lihat Aceh, Lihat korban korban konflik aceh, Palestina, dan negara Islam lain nya siapa yang bertanggung jawab?? tidak ada!. itulah ulah mereka Amerika dan yahudi nya, dan negara yang mengekor Yahudi maka Yahudi lah negara itu.



 Itulah ketidakadilan yang dilatarbelakangi sifat sebagai "anjing" penjilat pantat negara teroris sejati dengan track record pelanggaran HAM dan amnesti Internasional serta hak sebagai "penguasa bumi" dengan standar gandanya yaitu mana lagi kalau bukan Amerika Serikat yang dikendalikan loby-loby yahudi mencengkeram kuat di gedung putih yang selama ini negara pancasila "Indonesia" mengekor di belakang dan selalu menuruti apa kata tuan nya.negara islam hanya label akan tetapi berlatar belakang tidak lebih dari yahudi, menyengsarakan rakyat yang di lakukan oleh para penguasa negara ini. mempermain kan hak rakyat hanya untuk kepentingan pribadi dan kantong kantong orang yang tidak mempunyai "pri kemanusian dan pri keadilan" katanya dalam pancasila.

kembali lagi pada kasus "terorisme" di solo beberapa waktu lalu. Ketika media sekuler baik TV, Radio, dan Media Cetak, dan elektronik semua bungkam atau sengaja dibungkam dan disuguhi parodi "the hero man" yang dilakonkan oleh Densus 88 Antiteror. Detasemen Khusus dibawah payung POLRI dan didanai oleh negara Teroris Amerika Serikat tersebut, menjadi bak "banteng" melibas segala unsur Islam yang di ada depannya, dari hasil pengamatan  ternyata mereka anggota densus 88 itu memang mayoritas bukan Islam, apa ini permainan atas yang melibatkan banyak orang di luar Islam agar mereka bisa membantai para aktifis Islam yang siap maju melawan ketidak adilan dan kekafiran, kemudian yang dicurigai sebagai buronannya sesuai pesanan Big Boss-nya. Sehingga rekayasa untuk menyukseskan "asal Bapak senang" dengan intrik-intrik di lapangan yang menjijikkan pun sudah bukan menjadi barang langka lagi.

Hal ini dibuktikan dengan kesaksian langsung dari masyarakat yang hidup di lokasi tempat aksi Densus 88 tersebut, yaitu di Jalan Veteran 1, Tipes, Solo. Berikut laporan lengkapnya: 

Info dari Warnet Annisa-net dari Abdul Rouf di ceritakan dari @Walid Irhabna Mahmud terkait kejadian di solo yang selalu di kait2kan dengan Islam dan label "TERORIS" nya Walid Irhabna Mahmud, Berikut isinya:

"Kami tadi ke Solo silaturrahim dengan laskar Salamah Solo (Masjid belakang Lotte mart). Jarak markas laskar dengan lokasi "tembak-menembak" Densus88 hanya 30 meter.Menurut keterangan saksi warga sekitar dan laskar, tidak ada tembak-menembak, yang ada mobil Densusu88 menabrak korban sampai jatuh. Dalam keadaan tertimpa motor,korban diinjak dan ditembak dalam jarak kurang dari satu meter berulang-ulang. Salah satu peluru terpental mengenai perut anggota Densus 88. Dalam keadaan panik, mereka melarikan anggota tsb ke RS tapi maut lebih cepat...Hal yang janggal adalah kenapa tidak dilakukan otopsi terhadap mayat Densus88 agar tahu peluru siapa yang menembus tubuhnya, tapi buru-buru dikuburkan...Keterangan polisi terkait pistol yang dipakai farhan juga simpang siurjenisnya, kadang bilang FN kadang barreta...Kasus penembakan pos dan pelemparan granat yg dilakukan desertir Polri NB tidak pernah diangkat polri dan media. Semua teror diarahkan ke Farhan (19) yg statusnya baru."


baca juga

0 komentar:

Posting Komentar

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!