Waspadalah dengan opini pemberitaan terkait terorisme yang dimainkan oleh media selama ini. Seringkali publik disesatkan oleh berbagai opini dan kampanye hitam atas agenda war on terorism yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui BNPT dan Densus 88. Ujung-ujungnya Islam dan para pengemban dakwahnya menjadi korban kambing hitam.
Sehingga membuat mantan Dansatgas Intelijen BAIS pak Mulyo Wibisono terpanggil untuk membeberkan fakta yang ada sebenarnya. Diungkap oleh beliau secara ringkas bahwasannya isu teror dan terorisme tersebut masih merupakan SKENARIO dari intelejen itu sendiri (baca : Densus 88, BIN, BNPT) yang memiliki banyak kepentingan.
Semoga masyarakat kita semakin jeli menanggapi hal- hal yang terkait dengan teroris yang selalu mengaitkan dengan kelompok agama. Sebab dibalik teror ada pihak-pihak luar yang berkepentingan untuk menghancurkan dan mendeskreditkan agama Islam di Indonesia.
Sebelumnya Mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (BAIS) Laksamana Pertama TNI (Purn) Mulyo Wibisono kepada itoday (6/9/2012), menjelaskan bahwakemunculan terorisme itu upaya untuk memberikan stigma negatif terhadap Islam. "Ini bagian dari perang global dan Indonesia ikut dalam perang global itu, dan memberikan stigma teroris terhadap Islam. Kalau kita lihat berita teroris langsung disebut alumni pesantren tertentu, selanjutnya ada sertifikasi ulama, terus ada apalagi, ya ujung-ujungnya stigma negatif terhadap Islam," pungkasnya.
Bahkan “Teroris itu sengaja dipelihara institusi tertentu yang mempunyai kemampuan intelijen. Institusi ini mendapatkan keuntungan dengan adanya teroris karena mendapatkan kucuran dana dari AS,” kata Mantan Komandan Satgas Intel Badan Intelijen Strategis (BAIS) Laksamana Pertama TNI (Purn) Mulyo Wibisono kepada itoday (6/9/2012) [suara-media]
link video












0 komentar:
Posting Komentar