Kamis, 13 September 2012

Untuk Sby akan di belikan tenda VIP seharga 15 milyar??

KIPASBIS | Kabar itu datang dari wakil rakyat di Senayan. Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengungkapkan jika Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana membeli tenda VIP seharga Rp 15 miliar. Tenda tersebut rencananya akan dipergunakan oleh presiden saat berkunjung ke lokasi bencana.

"Saya dapat informasi kalau pemerintah (BNPB) mengajukan pembelian tenda VIP untuk presiden, 1 tenda seharga Rp 15 miliar, perlu dicek ke komisi 8," ujar Hasanuddin melalui pesan singkatnya, Selasa (11/9).

Informasi ini tentunya menjadi tanda tanya besar. Tenda seperti apakah yang dibutuhkan untuk seorang presiden untuk hadir di lokasi bencana. Dengan harga Rp 15 miliar, Hasanuddin bahkan menyebut, uang itu bisa dibelikan sebuah rumah di kawasan elite Menteng.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini membenarkan adanya permintaan tersebut. "Itu terkait dengan usulan realokasi anggaran BNPB. Adapun harga ditentukan oleh pasar dan melalui mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Anehnya, BNPB yang jadi mitra kerja Komisi VIII DPR tidak dapat menjelaskan spesifikasi teknis tenda tersebut. Seperti diungkapkan anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sumarjati Arjoso.

Permintaan anggaran itu diajukan pada realokasi anggaran BNPB dalam APBNP tahun 2012. "Itu realokasi anggaran 2012, bukan anggaran 2013," jelasnya.

Yang membuat dia heran adalah, awalnya BNPB mengajukan anggaran Rp 15 miliar. Tapi saat Komisi VIII mempertanyakan seperti apa bentuk tenda itu, tidak ada penjelasan yang didapatkan. Malah kemudian, pengajuan pengadaan tenda itu diubah tanpa mencantumkan harga.

Politisi Gerindra ini mengaku tidak tahu awalnya kenapa BNPB mengajukan anggaran untuk pembelian tenda tersebut. "Saya tidak tahu awalnya, soal harga dan tendanya seperti apa," tandasnya.

Sementara Ketua Kelompok Fraksi Partai Demokrat di Komisi VIII Muhammad Baghowi mengatakan, rencana pembelian tenda itu tanpa sepengetahuan Presiden SBY.

"Presiden tidak meminta untuk itu. Ya nggak mungkin atas sepengetahuan presiden, mungkin atas inisiatif BNPB," tegasnya.

Jika memang rencana pembelian tenda itu ada, Baghowi mengatakan mungkin tenda itu bukan khusus dibeli untuk presiden. Tetapi dipergunakan oleh warga yang sakit, sebab daerah bencana rawan dengan virus penyakit.

"Jangan dianggap itu tendanya untuk presiden, pada saat ada yang sakit perlu ada yang steril," tukasnya.

Soal penggunaan tenda ini, Baghowi didukung anggota Komisi VIII dari Fraksi PPP Hasrul Azwar. Tenda VIP itu tidak hanya ditujukan untuk presiden, tapi juga untuk pejabat dan tamu dari luar negeri yang berkunjung ke lokasi bencana. 

"Bukan, tenda ini bukan hanya untuk Presiden, tapi juga dapat digunakan oleh pejabat dan tamu asing yang berkunjung," kata Ketua Fraksi PPP ini.

"Jika sewaktu-waktu ada orang dari luar negeri yang datang melihat, meninjau seperti di Aceh, banyak bangunan runtuh, di mana para tamu ini akan menginap?" ujarnya.

Sedangkan Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan, pembelian tenda VIP sebetulnya tidak diperlukan. "Saya kira lebih baik dana itu untuk bencana alam," tegasnya. 

Terkait polemik ini, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengaku tidak tahu-menahu. Dia menyatakan soal urusan anggaran dan alokasi pengadaan barang menjadi bagian dari tugas Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Fathul Hadi. "Soal anggaran, saya tidak tahu dan tidak ikut saat rapat dengan DPR," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com.

Sementara ketika merdeka.com berupaya menghubungi Sestama BNPB Fathul Hadi untuk mengkonfirmasi, SMS yang dikirimkan tidak dibalas. Demikian juga telepon tidak diangkat meski terdengar nada sambung dari ujung telepon.[merdeka]

0 komentar:

Posting Komentar

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!