Serangan dunia maya dinilai lebih potensial menyerang
wilayah Indonesia dibandingkan dengan serangan militer, karena Indonesia
merupakan wilayah kepulauan terbesar di dunia.
Humas Kementerian Komunikasi dan
Informatika Gatot S. Dewa Broto mengatakan, perangkat IT canggih tidak menjadi
jaminan Indonesia bebas daricyber-attack. Oleh sebab itu, perlu
dibangun sistem keamanan atau security
system yang kuat.
Termasuk masyarakat harus bijak dan disiplin dalam menggunakan dunia maya.
Diakui serangan terhadap situs untuk
pemerintah yang berbasis .go.id setiap tahunnya terus
meningkat. Tahun 2011 saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Pertahanan
DPR, pemerintah melaporkan 1. 350 ribu situs pemerintah diserang kemudian naik
menjadi 3 juta kali. Kemenkoimfo telah mengingatkan instansi Polri, Menteri
Keuangan dan kementerian lainnya untuk meningkatkan security
system.
“Potensi ancaman dari Rusia, China,
Siberia, Amerika Serikat, dan Eropa bahkan dari dalam negeri sendiri menyerang
pemerintah,” ungkapnya.
![]() |
| [Muslimdaily.net] |
“Sejak 2011 kita sudah memiliki
direktur khusus yang bertugas untuk mendeteksi gangguan keamanan. Tahun
sebelumnya tidak ada posisi itu,” jelasnya.
Gatot juga menjelaskan permasalahan
tentang kesembronoan masyarakat Indonesia dan kekurangpekaan terhadap sistem
keamanan.
“Yang menjadi persoalan masyarakat
kita, walau tidak semua hanya sebagian. Ada masyarakat kita yang kurang
disiplin. Sebagian masyarakat kita kadang-kadang sikap sembrononya tingginya
sekali, " kata Gatot S. Dewa Broto, Rabu (18/7) seperti dikutip dari Radio
Republik Indonesia.
Dia mencontohkan bentuk sikap sembrono
masyarakat yakni saat menggunakan e-mail atau ingin login, memasukan password
namun lupa di-close atau sign out, dan keesokan harinya baru di-sign out.
Kemudian, Gatot melanjutkan terkadang masyarakat juga mudah untuk men-share password milik pribadinya ke orang
lain. Kondisi ini berpotensi disalahgunakan.
“Mungkin kita terlalu baik. Namun siapa
jamin password kita tidak akan disalahgunakan. Hal sepele seperti itu akan
merusak sistem pertahanan secara perlahan-lahan.”
[Sumber]














0 komentar:
Posting Komentar