KIPASBIS.com - Berdasarkan
pantauan (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Fitra, sampai
saat ini Nota Keuangan itu belum diserahkan pemerintah kepada DPR.
Pidato
kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di gedung DPR RI pada 16
Agustus mendatang akan menelan anggaran mencapai Rp1,5 miliar.
Berdasar
data Fitra, anggaran pertama adalah perbaikan dan renovasi gedung DPR untuk
menyambut pidato kenegaraan Presiden SBY. Anggaran yang digelontorkan DPR untuk
biaya perbaikan ini sekitar Rp728.135.100.
Uang itu
akan digunakan untuk pengecatan batu koral dan menyikat lantai platfrom Gedung
Nusantara DPR dengan alokasi anggaran Rp123.453.000. Pemenang lelang adalah
CV.MTH.
Kedua,
pekerjaan pengecatan dinding Mozaik Gedung Nusantara DPR menelan biaya
Rp162.619.600, dengan pemenang PT. Bagas Jaya Sakti. Ketiga, pemeliharaan
Gedung Nusantara DPR sebesar Rp442.062.500, dimenangkan oleh CV.MTH.
"Kita
tak butuh gedung DPR yang indah. Lebih baik pejabat dan anggota DPR tidak lagi
melakukan pekerjaan korupsi," kata Uchok Sky Khadafi, di Jakarta, hari
ini.
Tapi
ternyata bukan hanya itu. Banyak uang rakyat yang akan digunakan untuk
membiayai kegiatan presiden di DPR pada 16 Agustus itu.
Kegiatan
pertama adalah rapat paripurna DPR yang diisi pidato kenegaraan Presiden RI
dalam rangka penyampaian RAPBN 2012 dengan dana Rp699.050.000. Kedua, kegiatan
rapat paripurna DPR RI dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden
dalam rangka HUT RI dengan dana Rp583.970.000.
"Jadi,
hanya untuk mendengarkan pidato presiden saja dalam satu hari, DPR harus
mengeluarkan anggaran sebesar Rp1. 283.020.000," kata Uchok.
Pada
2011, anggaran untuk kegiatan sejenis bernilai total Rp995.450.000. Dengan
demikian, ada kenaikan sebesar Rp 287.570.000 pada kegiatan tahun ini.
Ironisnya,
kata Uchok, walau miliaran dana yang dipakai, belum ada transparansi nota
keuangan APBN kepada publik. Berdasarkan pantauan Fitra, sampai saat ini Nota
Keuangan itu belum diserahkan pemerintah kepada DPR.
"Seharusnya
sesuai jadwal, Nota Keuangan itu sudah harus di tangan anggota DPR agar dibaca
anggota dewan, sehingga nanti nyambung pemahaman anggota dewan ketika SBY
pidato," kata Uchok.
beritasatu













0 komentar:
Posting Komentar