Suriah
semakin menjadi-jadi. Setelah Houla, Damaskus, dan Homs kini disusul
Aleppo—kota-kota mencekam di Suriah. Maka jelaslah medan pembantaian
senjata-senjata mutakhir diktator Assad semakin meluas.
Menanggapi krisis yang terjadi di Suriah banyak pengamat menilai
situasi yang berkembang dan kerusuhan di Suriah benar-benar tak terkendali.
Lalu sebenarnya siapa yang benar-benar harus bertanggung jawab atas
krisis ini?
Seorang analis politik mengatakan pemerintahan Presiden Barack
Obama dan NATO adalah orang-orang yang mesti bertanggung jawab atas pembunuhan
ribuan warga sipil di Suriah.
“Ada banyak bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Tentara Assad
yang didukung oleh NATO dan Amerika telah melakukan kekejaman yang tak
terungkapkan terhadap penduduk sipil, dan ini bukti-bukti tersebut
didokumentasikan oleh Vatikan,” kata Profesor Michael Chossudovsky, direktur Center
for Research on Globalization, dalam wawancara dengan Press TV
beberapa hari yang lalu.
![]() |
Menteri Pertahanan AS Leon Panetta pada hari Minggu mengatakan
bahwa pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad telah kehilangan semua
legitimasi dengan melakukan penyerangan terhadap kelompok teroris bersenjata di
Suriah.
Panetta juga mengatakan pemerintah Suriah telah menyerang
rakyatnya sendiri di Aleppo dan rezim Assad akan berakhir karena telah
kehilangan semua legitimasi.
“Ini merupakan pernyataan sangat kuat karena mereka menuduh,
mereka menyiratkan tuduhan ditujukan kepada Assad yang menyatakan bahwa
pemerintah Suriah telah memerintahkan pembunuhan ini, “jelas Chossudovsky.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa pemerintahan Obama dan Leon
Panetta harus bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil Suriah dan
menambahkan bahwa mereka adalah ancaman yang ditujukan terhadap sebuah
negara-negara berdaulat.
Analis asal Kanada itu juga berpendapat bahwa intervensi asing
di Suriah adalah pelanggaran hukum internasional.
“Sayangnya, masyarakat malah disesatkan sebab kebenaran sedang
dirahasiakan dalam kasus ini, di mana intervensi militer Angkatan Darat yang
disebut Tentara Suriah pada dasarnya adalah prajurit yang beraliansi militer
Barat. Aliansi militer Barat dalam proses merekrut teroris dengan dukungan
Qatar dan Arab Saudi, “pungkasnya.
[islampos]













0 komentar:
Posting Komentar