Rabu, 01 Agustus 2012

Prof. Kanada " Amerika dan Nato dalang pembantaian di suriah"

Suriah semakin menjadi-jadi. Setelah Houla, Damaskus, dan Homs kini disusul Aleppo—kota-kota mencekam di Suriah. Maka jelaslah medan pembantaian senjata-senjata mutakhir diktator Assad semakin meluas.


Menanggapi krisis yang terjadi di Suriah banyak pengamat menilai si­tuasi yang berkembang dan ke­rusuhan di Suriah benar-benar tak terkendali. Lalu sebenarnya siapa yang benar-benar harus bertanggung  jawab atas krisis ini?

Seorang analis politik mengatakan pemerintahan Presiden Barack Obama dan NATO adalah orang-orang yang mesti bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan warga sipil di Suriah.

“Ada banyak bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Tentara Assad yang didukung oleh NATO dan Amerika telah melakukan kekejaman yang tak terungkapkan terhadap penduduk sipil, dan ini bukti-bukti  tersebut didokumentasikan oleh Vatikan,” kata Profesor Michael Chossudovsky, direktur Center for Research on Globalization, dalam wawancara dengan Press TV beberapa hari yang lalu.


Menteri Pertahanan AS Leon Panetta pada hari Minggu mengatakan bahwa pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad telah kehilangan semua legitimasi dengan melakukan penyerangan terhadap kelompok teroris bersenjata di Suriah.
Panetta juga mengatakan pemerintah Suriah telah menyerang rakyatnya sendiri di Aleppo dan rezim Assad akan berakhir karena telah kehilangan semua legitimasi.
“Ini merupakan pernyataan sangat kuat karena mereka menuduh, mereka menyiratkan tuduhan ditujukan kepada Assad yang menyatakan bahwa pemerintah Suriah telah memerintahkan pembunuhan ini, “jelas Chossudovsky.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa pemerintahan Obama dan Leon Panetta harus bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil Suriah dan menambahkan bahwa mereka adalah ancaman yang ditujukan terhadap sebuah negara-negara berdaulat.

Analis asal Kanada itu juga berpendapat bahwa intervensi asing di Suriah adalah pelanggaran hukum internasional.

“Sayangnya, masyarakat malah disesatkan sebab kebenaran sedang dirahasiakan dalam kasus ini, di mana intervensi militer Angkatan Darat yang disebut Tentara Suriah pada dasarnya adalah prajurit yang beraliansi militer Barat. Aliansi militer Barat dalam proses merekrut teroris dengan dukungan Qatar dan Arab Saudi, “pungkasnya. 

[islampos]

0 komentar:

Posting Komentar

Berbagi klik disini

Twitter Facebook Digg

 

Assalamualaikum Syehdara

Silahkan Join jika ingin berbagi pengetahuan

Untuk sementara forum belum tersedia

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!