KIPASBIS | 22 ANGGOTA Badan Legislatif (Baleg) DPR kembali melakukan perjalanan ke luar negeri, kali ini ke Denmark dan Turki. Tujuannya, mencari lambang palang merah yang nantinya akan digunakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI).
Baleg DPR merasa perlu mengunjungi kedua negara itu karena di dunia saat ini ada dua lambang palang merah. Yakni, palang merah (red cross) dan bulan sabit merah (red crescent). Denmark merupakan negara asal lambang palang merah dan Turki negara asal bulan sabit merah. Kepergian 22 anggota DPR ke kedua negara itu nantinya diharapkan bisa membawa oleh-oleh lambang mana yang akan digunakan PMI.
Adapun anggota Baleg yang ikut dalam studi banding ini berjumlah 20 anggota DPR. Sebanyak 10 anggota Baleg dipimpin oleh Wakil Ketua Baleg Achmad Dimyati Natakusumah (F-PPP) berangkat ke Denmark dan 10 anggota Baleg lainnya dipimpin oleh Wakil Ketua Baleg Anna Mu’awanah (F-PKB) berangkat ke Turki.
Menurut Koordinator Investigasi dan advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi, studi banding tersebut menelan biaya Rp1,2 miliar. Secara rinci alokasi anggaran ke Denmark, menurut Uchok menghabiskan alokasi anggaran sebesar Rp666,2 juta untuk 10 anggota DPR.
“Setiap satu anggota dewan akan menghabiskan anggaran sebesar US$6.641 atau sekitar Rp59,8 juta untuk kelas eksekutif, dan untuk satuan biaya harian akan menghabiskan anggaran sebesar US$365 atau sebesar Rp3,2 juta per hari,” jelasnya.
Namun, data yang diperoleh dari Sekretariat Baleg DPR menunjukkan bahwa anggota Baleg yang ikut dalam “plesiran” ke kedua negara di Eropa itu bukan 20 orang, melainkan berjumlah 22 orang. [islampos/kipasbis]













0 komentar:
Posting Komentar